Berita

Menteri Luar Negeri RI, Retno di Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) untuk tahun 2024 yang digelar di Gedung Merdeka, Bandung pada Senin (8/1)/Repro

Politik

Bukan Cuma Penonton, Indonesia Jadi Pemain Global dan Kawasan yang Diakui

SENIN, 08 JANUARI 2024 | 22:19 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kontribusi Indonesia di kancah internasional telah menjadikannya sebagai salah satu pemain kawasan dan global yang diakui.

Begitu yang disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) untuk tahun 2024 yang digelar di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, pada Senin (8/1).

Retno mengatakan, selama hampir sepuluh tahun terakhir rekam jejak diplomasi Indonesia dirasakan di kawasan dan dunia.


Dia merujuk pada laporan Lowy Institute yang menyebut Indonesia sebagai “middle power in Asia” dengan diplomatic influence dan comprehensive power yang terus meningkat.

"Diplomasi Indonesia memiliki pengaruh tertinggi di Asia Tenggara tahun 2023," kata Retno.

Lebih lanjut, dia mengutip laporan Chatham House yang menyebut Indonesia sebagai kekuatan penyeimbang penting di Asia. Terutama saat Indonesia menjabat sebagai ketua ASEAN sepanjang 2023 lalu.

"Kepemimpinan Indonesia di kawasan sangat berperan dalam mencegah Balkanisasi ASEAN sebagai sebuah organisasi kawasan," paparnya, merujuk pada komentar penulis di The Strait Times tanggal 1 Januari lalu.

Dengan berbagai pengakuan tersebut, kata Retno lagi, tentu sudah menjadi bukti bahwa Indonesia bukan lagi penonton yang hanya menyaksikan, melainkan pemain utama yang memberikan kontribusi pada dunia internasional.

"Jelas bahwa Indonesia adalah salah satu pemain utama di kawasan dan global, bukan sebagai penonton," tandasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya