Berita

Jurubicara Timnas Amin, Billy David Nerotumilena, di markas Pemenangan Timnas Amin/RMOL

Politik

Debat Capres Dinilai Serang Personal, Timnas Amin Ungkit Jokowi saat Pilpres 2019

SENIN, 08 JANUARI 2024 | 19:14 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Komentar Presiden Joko Widodo soal debat Capres bukanlah ajang menyerang personal, justru dipertanyakan Timnas Amin. Pasalnya, Capres Nomor Urut 1, Anies Baswedan, menurut pandangan Timnas, selalu menyampaikan pendapat berdasar fakta dan data.

Jurubicara Timnas Amin, Billy David Nerotumilena, mengatakan, Anies Baswedan tampil dalam performa terbaiknya pada debat ketiga kemarin. Tanpa ada tendensi menyerang secara personal Capres lain.

"Apa yang Pak Anies sampaikan tidak ada yang menyerang personal," kata Billy, di markas Pemenangan Timnas Amin, di Jalan Diponegoro 10, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/1).


Billy menduga, Jokowi menyampaikan hal itu karena Anies menyinggung Capres Prabowo Subianto yang memiliki lahan seluas 340 ribu hektare, di saat banyak prajurit TNI belum memiliki hunian atau rumah dinas.

Padahal, lanjut Billy, Anies hanya mengulangi pernyataan Jokowi yang disampaikan pada debat Capres 2019 lalu.

Saat itu Jokowi menyebut Prabowo memiliki 220 ribu hektare lahan di Kalimantan Timur dan menguasai 120 ribu hektare lahan lain di Aceh Tengah.

"Pak Anies sudah disclaimer dari awal bahwa itu kutipan ketika Pak Jokowi melakukan debat 2019. Jadi sebenarnya data yang diulang saja, dan saya rasa sifatnya bukan personal, karena kita punya data perbandingan," tegas Billy.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya