Berita

Capres Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo/Rep

Politik

DEBAT PILPRES 2024

Tumpang Tindih Institusi Laut, Ganjar Singgung Pembangunan Coast Guard

MINGGU, 07 JANUARI 2024 | 20:33 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Capres Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo menanggapi pertanyaan sub tema mengenai tumpang tindih regulasi pada institusi keamanan di Indonesia saat debat ketiga di Istora Senayan, Jakarta pada Minggu malam (7/1).

Mantan Gubernur Jawa Tengah itu langsung memberi contoh mengenai tumpang tindih institusi yang ada di laut.

“Membereskan tumpang tindih itu harus dimulai dari pemimpin yang punya komitmen untuk membereskan yaitu pemimpin tertinggi, siapa itu? Presiden. Kalau kita bicara pertahanan di laut, maka sekian lembaga yang ngurus laut harus disatukan dalam sebuah wadah coast guard,” ungkap Ganjar  


Polemik ini memang terjadi sudah lama. Munculnya Bakamla sebagai lembaga yang digadang-gadang menjadi Indonesia Coast Guard pun tak semulus dengan apa yang diharapkan.

Saat ini Bakamla seperti lembaga yang tanpa taji dan taring dalam memimpin penegakan hukum di laut. Peran lembaga ini hampir tak terlihat.

Lembaga yang dilegitimasi oleh UU No.32/2014 tentang Kelautan itu masih kurang di sana sini.

Di sisi lain, dalam UU No.17/2008 tentang Pelayaran juga mengamanatkan berdirinya Penjaga Laut dan Pantai. Fungsi itu saat ini diambil perannya oleh Kesatuan Penjaga Laut dan pantai (KPLP) yang berada di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

“Tumpang tindih regulasi perlu pertama harmonisasi, kedua sinkronisasi. Dan jika tidak ada keputusan, maka pemimpin tertinggi harus berani mengambil keputusan.

Itu dalam tataran eksekutif, sementara dalam tataran penyusunan undang-undang bersama DPR, Ganjar menyarankan agar perlunya pendekatan secara regulatif.

“Kecuali kita mesti berbicara dengan DPR, kita harus berbicara dalam tingkat regulatif,” pungkasnya.

Memang sudah menjadi wacana lama adanya omnibus law UU Keamanan Laut. hal itu sempat masuk menjadi program legislasi nasional beberapa tahun terakhir. Namun urung terlaksana hingga saat ini.

Pernyataan Ganjar itu soal penyatuan institusi di laut menjadi wada coast guard tak mendapat respons secara spesifik dari kedua capres lainnya.

Capres Nomor Urut 1 Anies Baswedan hanya menanggapi perlunya formulasi ancaman selama beberapa tahun ke depan. Sementara Capres Nomor Urut 2 Prabowo Subianto lebih banyak setuju dengan pernyataan Ganjar.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Pengamat Ingatkan AI hanya Alat Bantu, Bukan Pengganti Manusia

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Menelusuri Asal Usul Ngabuburit

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:15

Din Syamsuddin: Board of Peace Trump Bentuk Nekolim Baru

Sabtu, 07 Februari 2026 | 10:01

Sambut Tahun Kuda Api, Ini Jadwal Libur Imlek 2026 untuk Rencanakan Kumpul Keluarga

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:52

Cadangan Devisa RI Menciut Jadi Rp2.605 Triliun di Awal 2026

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:47

Analisis Kebijakan MBG: Antara Tanggung Jawab Sosial dan Mitigasi Risiko Ekonomi

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:41

ISIS Mengaku Dalang Bom Masjid Islamabad

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:31

Dolar AS Melemah, Yen dan Pound Terdampak Ketidakpastian Global

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:16

Golkar: Indonesia Bergabung ke Dewan Perdamaian Gaza Wujud Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:01

Wall Street Perkasa di Akhir Pekan, Dow Jones Tembus 50.000

Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:52

Selengkapnya