Berita

Ketua Umum Jaringan Nasional (Jarnas) For Gibran, Nasarudin/Ist

Politik

Heboh Ucapan Senator Bali Arya Wedakarna, Relawan Gibran: Provokatif!

SELASA, 02 JANUARI 2024 | 22:55 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pernyataan Anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna yang mengaku tak suka wanita berhijab jadi front line di Bandara I Gusti Ngurah Rai, mengalir kecaman berbagai pihak.

Di antara kecaman keras disampaikan Ketua Umum Jaringan Nasional (Jarnas) For Gibran, Nasarudin.

"Kalau memang front line Bandara I Gusti Ngurah Rai terindikasi kurang ramah atau jutek, bukan berarti menyinggung hijab yang dipakai petugas," kata Nasarudin di Jakarta, Selasa (2/1).


Menurut Nasarudin, perkataan Arya Wedakarna sangat tidak etis dan bisa menyinggung salah satu agama, serta berpotensi memprovokasi pihak-pihak tertentu.

"Kata-kata itu sangat tidak pantas diucapkan, provokatif, dan bisa menyinggung salah satu agama. Terbukti kan warganet langsung riuh karena ucapan Arya Wedakarna soal jilbab. Menurut saya ini rasis dan tidak menghargai NKRI," kata Nasarudin.

Nasarudin yang juga Wakil Bupati Pelalawan ini meminta agar aparat kepolisian mengusut Arya Wedakarna karena perkataannya bisa mengganggu kondusifitas berbangsa dan bernegara.

"Apalagi dalam tahun politik begini, negara kita perlu situasi yang benar-benar aman. Jangan sampai ucapan tersebut menimbulkan kekisruhan di masyarakat," kata Nasarudin.

Sebelumnya beredar video senator Arya Wedakarna melontarkan kata-kata yang dianggap rasis.

"Saya nggak mau yang frontline-frontline itu, saya mau gadis Bali kayak kamu, rambutnya kelihatan, terbuka. Jangan kasih yang penutup-penutup nggak jelas. This is not Middle East (Ini bukan Timur Tengah). Enak saja di Bali, pakai bunga kek, apa kek, pakai bije di sini. Kalau bisa, sebelum tugas, suruh sembahyang di pure, bije pakai," kata Arya, dikutip dari video yang beredar, Selasa (2/12).

Diketahui video tersebut merupakan peristiwa dalam rapat DPD saat Arya Wedakarna menegur kepala Kanwil Bea Cukai Bali Nusa Tenggara dan kepala Bea Cukai Bandara I Gusti Ngurah Rai, serta pengelola bandara karena merasa mendapat perlakuan tidak ramah dari petugas bandara.




Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya