Berita

Jajaran Komisioner KPU Jabar/RMOLJabar

Nusantara

KPU Jabar Minta Masyarakat Selektif Mencerna Omongan Elite Politik

SENIN, 01 JANUARI 2024 | 16:50 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Masyarakat diharapkan bisa lebih selektif dalam mencerna omongan para elite politik terkait pelaksanaan Pemilu 2024. Sebab, hasil Pemilu 2024 dapat diakses langsung masyarakat serta bersifat transparan.

Dipaparkan Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Jawa Barat (Jabar), Hedi Ardia, mantan Perdana Menteri Uni Soviet, Nikita Khrushchev pernah menyampaikan, politisi dimanapun sama, mereka selalu menjanjikan bisa membangun jembatan sekalipun tidak ada sungai.

"Maksudnya, kita harus lebih hati-hati, lebih selektif lagi dalam mencerna apa yang disampaikan oleh para elite politik," ucap Hedi, diwartakan Kantor Berita RMOLJabar, Senin (1/1).


Hedi menegaskan, meskipun hari ini ada berbagai isu yang muncul dan diterima masyarakat, KPU sebagai penyelenggara pemilu merasa pelaksanaan Pemilu 2024 sudah sangat baik.

"Kurang apalagi? Pengawas Pemilu ada, publik sudah bisa menyaksikan secara terang-benderang proses pemungutan suara, sudah bisa menyaksikan proses penghitungan suara, bahkan hasil penghitungan suara pun sudah bisa difoto," ungkapnya.

"Jadi kalau kita mau bicara kecurangan, dari fase dan titik mana? Sehingga pembuktiannya lebih enak, gitu," tantangnya.

Dibeberkan Hedi, isu soal keberpihakan, soal kecurangan-kecurangan Pemilu, bukan hal yang baru bagi KPU.

"Di 2019 pun sama sampai kasusnya dibawa ke MK juga, tetapi itu tidak terbukti pada akhirnya," tandas Hedi.

Sebelumnya, pernyataan Wakil Deputi TPN Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Henry Yosodiningrat, sempat membuat heboh. Henry meminta pemerintah untuk bersikap netral pada Pemilu 2024 dengan tidak berpihak terhadap salah satu calon manapun. Begitupun KPU yang sudah sepatutnya bisa menciptakan kultur pemilu yang bersih dan adil.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya