Berita

Wakil Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Andika Perkasa (tengah)/RMOL

Politik

Andika Perkasa Ragukan Penganiayaan Relawan Ganjar-Mahfud Karena Spontanitas

SENIN, 01 JANUARI 2024 | 16:47 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali Letkol (Inf) Wiweko Wulang Widodo yang mengklaim anggota TNI pelaku penganiayaan tujuh relawan Ganjar-Mahfud secara spontanitas karena terjadi kesalahpahaman, diragukan Wakil Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Andika Perkasa.

Menurut mantan Panglima TNI itu, Dandim Boyolali harusnya melakukan kroscek terlebih dahulu sebelum memberikan pernyataan resmi terkait peristiwa kekerasan tersebut.

“Di situ jelas kalau dari videonya tidak ada proses kesalahpahaman, yang ada adalah langsung penyerangan atau tindak pidana penganiayaan,” tegas Andika saat jumpa pers di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Jalan Cemara Nomor 19, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/1).


Atas dasar itu, Andika menilai bahwa Dandim Boyolali terlalu terburu-buru mengambil kesimpulan. Padahal, kata dia, Dandim yang mendapatkan keterangan dan informasi dari bawahannya seharusnya lebih berhati-hati dalam mengambil kesimpulan.

“Sehingga keterangan apapun yang diambil atau didengar dari terduga tersangka ini juga enggak boleh diambil mentah-mentah sehingga enggak nyambung,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali Letkol (Inf) Wiweko Wulang Widodo mengklaim anggota TNI pelaku penganiayaan terhadap tujuh relawan Ganjar-Mahfud dilakukan secara spontanitas karena terjadi kesalahpahaman.

“Info sementara peristiwa itu terjadi secara spontanitas karena kesalahpahaman antara kedua belah pihak," kata Wiweko dalam konferensi persnya berdasarkan rekaman yang diterima dari Kapendam Diponegoro, Minggu (31/12).

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya