Berita

Komunikolog politik dan hukum nasional, Tamil Selvan alias Kang Tamil/Ist

Politik

Komunikolog Minta Kasus Penganiayaan Boyolali Jangan Ditarik ke Politik

SENIN, 01 JANUARI 2024 | 16:15 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Peristiwa penganiayaan yang dilakukan oknum anggota TNI terhadap relawan Ganjar-Mahfud dianggap merupakan peristiwa pidana biasa. Untuk itu, diharapkan tidak ditarik-tarik ke peristiwa politik.

Hal itu disampaikan komunikolog politik dan hukum nasional, Tamil Selvan alias Kang Tamil menanggapi peristiwa penganiayaan yang dialami warga di depan Markas Kompi B Yonif Raider 408/SBH, Jalan Perintis Kemerdekaan, Boyolali, Sabtu (30/12).

Secara kebetulan, warga yang dianiaya tersebut merupakan relawan Ganjar-Mahfud.
 

 
"Peristiwa pidana antara oknum TNI dengan masyarakat itu saya kira itu umumlah, nggak perlu kita tarik-tarik seolah-olah masyarakat sipil itu adalah relawannya 01, relawannya 02, atau relawannya 03," kata Kang Tamil kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (1/1).

Dia menilai, peristiwa tersebut merupakan peristiwa pidana biasa. Namun karena di momen politik, maka disangkutpautkan ke politik.

"Tentu tidak ada hal yang tendensius dalam hal ini berkaitan dengan relawannya siapa. Saya lihat itu pure adalah tindakan pidana,” ungkapnya.

“Dan saya lihat kan Kapuspen TNI juga sudah menyatakan akan menindak tegas oknum-oknum kesatuannya yang kira-kira bersalah atau bermasalah," pungkas Kang Tamil.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya