Berita

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid/Net

Politik

Kekerasan Oknum di Boyolali ke Relawan Ganjar-Mahfud Cederai Pemilu 2024

SENIN, 01 JANUARI 2024 | 12:08 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Aksi kekerasan oleh oknum TNI kepada relawan pasangan calon nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, di Boyolali, dianggap telah menciderai pelaksanaan Pemilu Serentak 2024.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oknum TNI di Boyolali, dan menyebabkan 1 relawan meninggal dunia dan 4 lainnya luka berat.

"Kami menilai, tindakan kekerasan oleh anggota TNI merupakan tindakan kesewenang-wenangan hukum yang brutal," ujar Usman dalam keterangan tertulis bersama beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dikutip Senin (1/1).


Menurutnya, tindakan main hakim sendiri oleh anggota TNI dari Markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh Boyolali tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun, dan harus dilakukan penindakan yang tegas secara institusional.

Meskipun muncul pernyataan dari Kapendam IV Diponegoro, yang beralasan sejumlah anggota TNI merasa terganggu dengan suara knalpot bising dari motor relawan Ganjar-Mahfud sewaktu berkampanye di jalan raya.

"Karena penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas merupakan tugas Kepolisian atau dinas perhubungan, bukan TNI," sambungnya menegaskan.

Oleh karena itu, Usman menilai tindakan sewenang-wenang aparat yang terjadi pada masa tahapan akhir Pemilu Serentak 2024 telah menciderai pesta demokrasi yang berjalan.

"Terlebih saat ini merupakan momentum kampanye politik dan penganiayaan oleh Anggota TNI tersebut dilakukan terhadap salah satu relawan Capres/Cawapres, hal itu tentu dapat menyulut prasangka ketidaknetralan TNI dalam Pemilu," tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya