Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Dibantu Korsel, Pembangunan LRT Bali Butuh 3-4 Tahun

SENIN, 01 JANUARI 2024 | 11:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  Pembangunan Light Rail Transit atau LRT di Bali sangat dibutuhkan, terutama saat ini di beberapa titik sering terjadi kepadatan lalu lintas, terutama di hari libur nasional dan keagamaan.

Kepadatan di jalan menuju Bandara Ngurah Rai, Bali, yang terjadi pada Jumat (29/12) juga menjadi fokus Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi yang kemudian melakukan koordinasi dengan Pemprov Bali dan Kepolisian untuk melakukan upaya penanganan di lapangan.

“Kami telah berkoordinasi dengan Pemprov Bali dan Kepolisian untuk melakukan upaya penanganan di lapangan. Kepadatan lalu lintas di akhir tahun sudah kami prediksi sebelumnya, tetapi kemarin terjadi kepadatan ekstrem," ujar Menhub, dalam keterangannya yang dikutip pada Senin (1/1).


Dukungan transportasi massal perlu dilakukan untuk mengantisipasi masalah kemacetan di Bali, menurutnya.

"Jangka panjangnya kita akan bangun kereta LRT di Bali dari bandara ke sejumlah titik yang selama ini lalu lintasnya padat, seperti di Sunset Road, Legian, dan Canggu," kata Budi.

Dikutip dari laman Kementerian Perhubungan, Menhub menjelaskan bahwa pemerintah daerah Bali akan menjadi pemegang saham mayoritas dan pemerintah pusat sebagai minoritas. Skema pendanaan dapat dilakukan dengan berbagai opsi, termasuk Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Sebelumnya, Korea Selatan telah menyatakan kesiapannya untuk membangun proyek LRT di Bali.

Menhub memaparkan bahwa pihaknya telah bertemu dengan pihak Korea Selatan yang memberikan grant untuk studi kelayakan atau Feasibility Study (FS) terkait proyek LRT Bali.

Korea Selatan juga akan memberikan pinjaman berbentuk Official Development Assistance (ODA) untuk pembangunan LRT Bali tahap 1.

Berdasarkan rencana, LRT Bali tahap 1 akan membentang dari  Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Sunset Road. Pembangunan proyek LRT itu, butuh waktu kurang lebih 3-4 tahun.

Budi berharap, proyek pembangunan LRT Bali bisa segera dimulai setelah koordinasi intensif seluruh stakeholder dilakukan. Pasalnya, Pulau Bali yang dianggap menjadi showcase pariwisata internasional seharusnya bisa bebas dari kemacetan lalu lintas.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya