Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Ulang Tahun Kabisat di 2024: Dari Mana Asal Usulnya?

OLEH: M ISHOM EL SAHA
SENIN, 01 JANUARI 2024 | 06:05 WIB

TAHUN 2024 merupakan tahun kabisat karena bilangan tahun ini dapat dibagi habis dengan angka 4. Secara Bahasa, kabisat berasal dari bahasa Arab yang berarti mengisi, memasukkan, dan menambahkan.

Dalam kitab "Lisanul Arab" lafal "al-kabis" disamaartikan dengan lafal "thamm" yang berarti "mengisi lubang dengan debu". Begitu pula dalam kitab "al-mu'jam al-muhith" lafal "al-kabis" dimaknai dengan "menimbun sungai dan sumur dengan tanah".

Jadi tahun kabisat adalah tahun yang di dalamnya terjadi penambahan waktu satu hari. Yaitu pada bulan Februari yang biasanya jumlah tanggalnya 28 hari, ditambah satu menjadi 29 hari.


Pada tahun kabisat pula, orang yang lahir pada 29 Februari memiliki kesempatan merayakan ulang tahunnya hanya dalam waktu 4 tahun sekali. Sementara di luar tahun kabisat mereka “tak dapat” merayakan ulang tahunnya. Sebab, bulan Februari bilangan tanggalnya hanya 28 hari.

Penamaan tahun kabisat menggunakan bahasa Arab, cukup menarik dikaji. Pasalnya, penambahan tanggal satu hari dalam waktu empat tahun adalah lahir dari peradaban Fir’auniyah, yakni Mesir Kuno.

Masyarakat Arab sendiri bukan klan Mesir Kuno. Mereka memiliki sistem kalender tersendiri, mengikuti kalender Lunar. Dalam sistem kalender Lunar juga ada penambahan waktu, bahkan lebih banyak lagi, yakni 11 hari atau disebut bulan "an-nasi" di dalam QS. At-Taubah: 37.

Disebutkan dalam kitab "Lisanul Arab" bahwa orang-orang Arab dari negeri Syam (Syria) yang menyebut tahun kabisat dengan menggunakan bahasa Arab, tepatnya pada saat mereka tunduk dalam kekuasaan Romawi.

Betul! Tahun kabisat lahir di Mesir. Para Fir'aun adalah orang pertama yang menggunakan kalender matahari dan hari kabisat. Walaupun demikian, tahun kabisat sangat populer berkat dikenalkan orang Arab Syiria dan berhasil dibesarkan oleh raja Romawi.

Raja Romawi saat itu bernama Paus Gregor Julius Caesar. Dia yang membawa kalender ini dari Mesir pada tahun 45 sebelum masehi. Dia menambahkan satu tanggal di bulan Februari yang mana di masa kekuasaannya Februari merupakan bulan terakhir, dan Maret adalah awal tahun. Hal ini mengacu arti dari nama bulan yang berakhiran "ber" mulai dari September-Desember yang berarti bulan ke-7 - bulan ke-10.

Penambahan satu tanggal di akhir bulan Februari dihitung berdasarkan perputaran bumi dalam orbitnya mengelilingi matahari dalam setahun yang menempuh jarak 940 juta km. Bumi sendiri berputar dengan kecepatan 107.000 km per jam, atau butuh waktu 365 hari, 6 jam dan beberapa menit untuk menempuh jarak tersebut.

Dikarenakan ada selisih waktu maka sisa waktu itu perlu digenapkan. Selisih waktu itu kemudian diakumulasikan menjadi 0,24 jam atau 1 hari setiap 4 tahun sekali yang disebut “tahun kabisat” dan jumlah harinya adalah 366 hari.

Demikianlah asal-usul tahun kabisat. Lahir di Mesir, dibesarkan di Romawi, dan dikenalkan oleh orang Arab. Kolaborasi ini tentu jadi pembelajaran terbaik buat umat manusia di dunia, tanpa pandang bulu dari mana asalnya maupun agamanya.

Penulis adalah Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya