Berita

Diskusi isu AI yang digelar Komunitas Discordia di Jakarta/Ist

Tekno

Menimbang Teknologi AI, Banyak Guna atau Bencana?

SABTU, 30 DESEMBER 2023 | 12:36 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang kini menjadi fenomena baru masih butuh penyempurnaan.

Pakar robotic Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr Augie Widyotriatmo mengatakan, pengembangan AI yang kini digandrungi publik masih kerap tidak akurat.

“AI tidak dapat dikatakan 100 persen tepat. Ada disebut true negative dan false negative. Jika AI gagal mendeteksi misalnya mobil, ini menjadi 'false negative," kata alumni lulusan Teknik Fisika ITB tersebut dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (30/12).


AI, kata dia, adalah data-driven, di mana output sangat bergantung pada input data. Jika data yang dimasukkan salah, maka AI pun akan salah dalam membuat kesimpulan.

“Problem seperti ini menimbulkan pertanyaan etis dan akurasi yang harus selalu dikaji,” jelas alumni doktor lulusan Pusan National University.

Ditanya tentang kontribusi yang bisa diberikan komunitas AI untuk pemerintah, Augie menyarankan perlunya solusi komprehensif dari tataran aturan atau etika agar AI tetap maju.

Selain itu, penting juga menekankan kontribusi positif individu dalam penggunaan AI untuk meminimalisir penyalahgunaan.

Di sisi lain, Founder Labtek Indie, Seterhen Akbar Suriadinata turut membahas dampak sosial AI yang bisa menjadi alat penghancur maupun pembantu masyarakat, misalnya penggunaan AI oleh mahasiswa dalam proses akademik yang mungkin menimbulkan isu etis.

“Influencer di bidang AI perlu memberikan penjelasan tentang dampak sosial AI,” ungkap Seterhen.

yang tak kalah penting dalam penggunaan AI adalah tanggung jawab dan akuntabilitas, terutama dalam konteks sistem otonom seperti mobil self-driving. Pertanyaan hukum yang muncul ketika terjadi kecelakaan oleh AI menjadi topik penting.

“Sebaiknya pakar dari ITB dan Hukum Unpad berdiskusi tentang potensi masalah seperti ini,” jelas lulusan Teknik Elektro ITB tersebut.

Seterhen cenderung memiliki pandangan AI bisa menimbulkan bencana. Meskipun teknologi AI sangat maju, regulasinya seringkali terlambat, dampaknya adalah manusia menghadapi ancaman bencana yang mengerikan.

“The truth of the world is that it is chaotic... nobody is in control. The world is rudderless,” jelasnya mengutip novelis Alan Moore.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya