Berita

Pengamat politik, Samuel F Silaen/Istimewa

Politik

Pengamat: Caleg dan Relawan Jadi Jurus Tempur Parpol Raup Basis Suara Pemilih

JUMAT, 29 DESEMBER 2023 | 00:28 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kalau saja potensi suara pemilih itu dapat dikonversi (solid) atau setidaknya tergantung pada basis data pemilu presiden atau Pilpres 2019, suara Joko Widodo digabungkan suara Prabowo Subianto, maka pertandingan Pilpres 2024 sudah selesai. Di mana perolehan suara Pilpres 2019 adalah Jokowi 56,41 persen plus Prabowo 43,59 persen.

"Namun matematika politik Pilpres Indonesia tidaklah demikian. Meskipun Jokowi dan Prabowo bersekutu di kontestasi Pilpres 2024 maka belum tentu menang apalagi pasti, sebab yang berdaulat itu adalah rakyat Indonesia. kemenangan bukan ditentukan oleh elite yang dulu 'bertempur' lalu sekarang bersatu, tidak begitu jalan ceritanya," ungkap pengamat politik, Samuel F Silaen, kepada redaksi, Kamis (28/12).
 
Silaen menduga, partai politik yang tergabung dalam gerbong koalisi tentu lebih fokus bertempur untuk mendapatkan kursi dilegislatif agar lolos parliamentary threshold (PT). Terutama parpol yang rentan PT-nya tergerus. Masing-masing parpol memiliki ambisi untuk meraup suara yang sekarang diperebutkan oleh tiga pasangan calon (paslon) Pilpres.


Menurut mantan fungsionaris DPP KNPI itu, bila bercermin pada Pilpres 2019, maka kekuatan gerbong partai politik pendukung atau gabungan koalisi partai politik pendukung masing-masing Paslon dapat dihitung perolehan riilnya. Di atas kertas persentasenya tidak "inline" dengan perolehan suara partai politik pada 2019.

Dalam pertarungan Pilpres 2019 hanya ada 2 paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang didukung koalisi parpol Gerindra, PKS, PAN, Demokrat, dan Partai berkarya. Melawan Joko Widodo-Maruf Amin yang didukung koalisi parpol PDIP, Golkar, Nasdem, PKB, PPP, Hanura, PSI, Perindo, PKPI, dan PBB.  

"Tapi harus diingat hasil Pemilu 2019, persentase suara dan jumlah kursi Parpol, bahwa suara PDIP pada 2019 itu 19,33 persen setara 128 kursi dan hanya mengalami kenaikan 0,38 persen dari Pemilu 2014. Artinya PDIP memiliki basis massa pendukung (solid) fanatik yang tidak terkait langsung dengan capres-cawapres meskipun dikategorikan sebagai kadernya, tidak serta-merta mendongkrak kenaikan perolehan persentase suara partai," beber Silaen.

"Jadi selain caleg yang menjadi ujung tombak partai koalisi maka dibutuhkan jurus tempur yang lainnya, yakni pasukan para relawan untuk melakukan penetrasi untuk mensukseskan program partai politik koalisi pendukung capres-cawapres yang sedang bertarung di Pilpres 2024," imbuhnya.

Terlebih lagi caleg-caleg pun ternyata membuat organ relawan pendukung yang sifatnya taktis dalam skup kecil guna menjangkau basis suara pemilih di dapil mereka. Tanpa relawan, para caleg juga sangat kewalahan menghadapi rakyat di level grassroot.

"Intinya semuanya butuh relawan untuk bekerja bahu membahu membangun kekuatan politik untuk memenangkan paslon capres-cawapres yang hendak dimenangkan. Relawan itu sangat vital, suka tidak suka relawan itu menjadi ujung tombak juga ternyata selain caleg-caleg yang lumayan banyak jumlahnya per dapil atau per wilayah," terang Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana).

"Relawan yang saya maksud di sini adalah relawan politik. Ada tiga kategori relawan, yakni relawan kemanusiaan, relawan sosial, dan terakhir relawan politik. Pada kesempatan ini saya membahas tentang relawan politik. Dalam konteks politik pilkada, pileg, dan pilpres maka relawan itu dikategorikan relawan politik," tutupnya.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

UPDATE

Prabowo Cap Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis Sebagai Aksi Terorisme

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:16

Motif Penyerang Aktivis KontraS Inisiatif atau Perintah Atasan?

Kamis, 19 Maret 2026 | 20:15

Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 Hijriah Jatuh pada 21 Maret 2026

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:51

Pemerintah Siapkan Skema WFH PNS hingga Swasta, Berlaku Usai Idulfitri

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:24

Waspada, Ratusan Suspek Virus Campak Ditemukan di Sumut

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:20

Hilal 1 Syawal Belum Terlihat di Jawa Barat

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:07

Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik Lebaran 2026

Kamis, 19 Maret 2026 | 19:05

Megawati Curhat ke Prabowo Lawatan di Arab Saudi dan UEA

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:42

MUI: Jangan Paksakan Idulfitri Berbarengan

Kamis, 19 Maret 2026 | 18:29

MUI Imbau Umat Tunggu Hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H

Kamis, 19 Maret 2026 | 17:41

Selengkapnya