Berita

Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping/Net

Global

AS Ajak China Bersatu Lawan Houthi

RABU, 20 DESEMBER 2023 | 12:07 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Partisipasi China dalam satuan tugas maritim melawan aksi pembajakan Houthi, Yaman sangat diharapkan oleh Amerika Serikat (AS).

Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin pada Selasa (19/12) mengumumkan pembentukan Operasi Penjaga Kemakmuran yang bertujuan untuk merespons serangan Houthi di Laut Merah.

Selain AS, negara-negara yang tergabung dalam gugus tugas angkatan laut tersebut sejauh ini ialah Inggris, Bahrain, Kanada, Prancis, Italia, Belanda, Norwegia, Seychelles, dan Spanyol.


Menurut penuturan Austin, akan ada lebih banyak negara yang bergabung dan AS berharap China bersedia ikut dalam operasi dan memberikan tekanan pada kelompok Houthi untuk menghentikan serangan mereka.

"China tidak menolak di tawaran kami. Tapi gugus tugas ini akan sangat besar jika mereka bisa bergabung," kata Austin, seperti dimuat Al Arabiya.

Hubungan militer antara AS dan China sempat terputus selama berbulan-bulan karena ketegangan di Taiwan.

Namun kedua negara sepakat untuk melanjutkan hubungan antar-militer bulan lalu setelah pertemuan bilateral antara Presiden Joe Biden dan Xi Jinping.

Sementara itu, kelompok militer Houthi menjadi ancaman bersama karena tindakannya mencegat dan menyerang beberapa kapal internasional yang melintas di Laut Merah menuju Israel.

Sebagai respons terhadap serangan brutal Israel, Houthi berkomitmen untuk menghalangi perjalanan kapal yang berafiliasi dengan Tel Aviv sampai perang dengan di Jalur Gaza berakhir.

Houthi melemparkan drone, rudal, dan roket ke Israel dan kapal-kapal yang transit di wilayah tersebut.

Kapal perang AS, militer Inggris serta Prancis mengaku telah menembak jatuh sejumlah serangan Houthi di Laut Merah.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya