Berita

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan/Net

Politik

JNK Desak Zulhas Minta Maaf pada Umat Islam

RABU, 20 DESEMBER 2023 | 07:56 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Perkembangan politik semakin tidak mengarah pada pendidikan yang konstruktif. Sebaliknya, justru menjurus pada tindakan politik identitas yang destruktif.

Begitu kata Ketua Umum DPP Jaringan Nasional Keumatan (JNK), Nanang Firdaus Masduki mengomentari video viral Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang memberi kesan mempermainkan ritual agama Islam.

Dalam video tersebut, Zulhas menggambarkan adanya kelompok yang fanatik terhadap salah satu paslon capres-cawapres. Saat menjalankan shalat, kata Zulhas, mereka tidak berani mengucapkan “Amin”. Bahkan mereka juga disebut oleh Zulhas tidak mau mengacungkan satu jari telunjuk saat tasyahud (tahiyat) karena khawatir dikira mendukung paslon lainnya.


Nanang Firdaus meminta Zulhas untuk segera meminta maaf ke publik dan berjanji tidak akan menyeret-nyeret kembali agama ke politik. Dia tidak ingin agama dijadikan komoditas politik para elite.

“Apa yang terjadi dalam video yang diperankan oleh Zulhas itu harus dihentikan. Zulhas juga harus meminta maaf kepada umat Islam atas kekeliruan tersebut,” tegas Nanang.

Lebih lanjut, pihaknya mengimbau kepada semua tokoh politik untuk tidak menarik-narik unsur agama menjadi konsumsi yang provokatif. Dengan begitu, politik identitas tidak akan tersulut dan berkembang di masyarakat.

“Hati-hati dalam membuat pernyataan yang terkait dengan masalah agama agar stabilitas nasional tetap terjaga,” tutupnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Si Jago Tua yang Dilupakan

Senin, 31 Agustus 2026 | 04:40

UPDATE

Jaksa Agung: Ini Saatnya, Badai Harus Berlalu

Rabu, 02 September 2026 | 22:09

Dugaan Pelanggaran Etik, Perwira Polri Dilaporkan ke Propam

Rabu, 02 September 2026 | 21:49

BPOM Butuh Anggaran Rp2,4 Triliun, Rp509 Miliar Khusus Kawal MBG

Rabu, 02 September 2026 | 21:21

DPR Minta Pelaku Pembakaran Hutan Dihukum Mati

Rabu, 02 September 2026 | 21:04

Halmahera Tengah Diguncang Gempa, Belasan Rumah dan Faskes Rusak

Rabu, 02 September 2026 | 20:45

Polri Ujung Tombak Demokrasi dalam Aksi 27 Agustus

Rabu, 02 September 2026 | 20:22

Keluarga Indonesia Diajak Siapkan Warisan Bermakna

Rabu, 02 September 2026 | 19:46

Dari Rival Menjadi Sekutu: Strategi Othello Prabowo

Rabu, 02 September 2026 | 19:30

Siswa Tak Libur di Tengah Kabut Asap, Kadisdik Kalteng Diminta Tak Asal Ambil Keputusan

Rabu, 02 September 2026 | 19:23

Indonesia Tak Bisa Akal-akali Alokasi Jemaah Haji dari Arab Saudi

Rabu, 02 September 2026 | 19:17

Selengkapnya