Berita

Salah seorang tersangka penipuan di Tibet bernama Nyima yang ditangkap di China pada Senin, 11 Desember 2023/Net

Dunia

Diduga Gunakan Agama untuk Mencari Untung, Empat Warga Tibet Ditahan

MINGGU, 17 DESEMBER 2023 | 11:59 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Meletakkan ukiran batu mani di Kegudo, Tibet merupakan tradisi yang rutin diselenggarakan warga setempat di hari-hari baik setiap tahunnya.

Kendati demikian, mengutip laporan Tibet Times pada Minggu (17/12), terdapat oknum yang sengaja menggunakan tradisi itu untuk memperoleh keuntungan secara besar-besaran.

Pada Senin (11/12), sekitar pukul 08.30 waktu setempat, empat orang penyelenggara utama proyek peletakan ukiran batu Mani ditangkap di kota Kham, Kyegudo.


Mereka diduga telah mengumpulkan sumbangan dalam jumlah besar secara ilegal. Tahun ini para pelaku berhasil mengumpulkan dana sumbangan untuk batu mani hingga mencapai 2,3 juta yuan (Rp 5 miliar).

Empat pelaku yang ditahan diketahui bernama Lhokar, Nyima, Tsetar, dan Rinchen.

"Para pelaku diduga sengaja memanfaatkan agama dan pengaruh leluhur untuk melakukan penipuan demi keuntungan pribadi," ungkap laporan tersebut.

Nyima dan Lhokar, bersaudara, mengoperasikan toko yang mengkhususkan diri pada tekstil tradisional dan artefak keagamaan di kota Kegudo.

Sementara itu, Tsetar berasal dari Dhitoe Zhong, dan Rinchen berasal dari Mani, mencari nafkah dengan mengukir batu mani.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya