Berita

Menteri Keuangan AS Janet Yellen/Net

Tekno

Amerika Was-was, Sebut AI Bisa Ancam Stabilitas Keuangan

SABTU, 16 DESEMBER 2023 | 13:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Regulator keuangan AS menilai penggunaan kecerdasan buatan (AI) telah menimbulkan kerentanan yang mengancam stabilitas keuangan. Mereka menggarisbawahi meningkatnya kekhawatiran Washington terhadap bahaya sistemis yang ditimbulkan oleh teknologi yang sedang berkembang.

Menteri Keuangan Janet Yellen dalam pernyataannya pada Kamis (14/12) mengisyaratkan bahwa pengawas AS akan menjadikan AI, dan ancaman yang dapat ditimbulkannya, sebagai prioritas utama pada tahun 2024.

Oktober lalu, Presiden AS Joe Biden sudah menandatangani perintah eksekutif untuk menetapkan standar perlindungan keamanan dan privasi untuk teknologi tersebut.


Dalam pertemuan Dewan Pengawasan Stabilitas Keuangan, yang juga mencakup kepala Federal Reserve dan Komisi Sekuritas dan Bursa, Yellen mengatakan kelompok tersebut akan fokus pada pemantauan perkembangan teknologi dan risiko terkait.  

Panel yang dikenal sebagai FSOC ini dibentuk setelah krisis keuangan tahun 2008 untuk menangani risiko sistemik.

“Tahun ini, dewan secara khusus mengidentifikasi penggunaan kecerdasan buatan dalam jasa keuangan sebagai kerentanan dalam sistem keuangan,” kata Yellen menjelang rilis laporan tahunan kelompok tersebut, seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (15/12).

“Mendukung inovasi yang bertanggung jawab di bidang ini dapat memungkinkan sistem keuangan memperoleh manfaat seperti peningkatan efisiensi. Namun, terdapat juga prinsip dan aturan untuk manajemen risiko yang harus diterapkan," ujarnya.

Raksasa-raksasa Wall Street mulai menerapkan kecerdasan buatan pada tahun ini, sehingga menambah jumlah mereka dalam bidang insinyur data dan analis kuantitatif.

Potensi dampak AI terhadap keuangan telah memicu peringatan dari regulator senior, termasuk Ketua SEC Gary Gensler dan Michael Barr dari The Fed.

Dalam laporan tahunannya, dewan tersebut menguraikan sejumlah risiko yang dapat ditimbulkan atau diperbesar oleh AI di lembaga-lembaga keuangan, termasuk kemampuannya untuk menerapkan bias diskriminatif dalam pemberian pinjaman, terutama untuk program-program AI yang beroperasi sebagai “kotak hitam”, sehingga keluarannya sulit untuk dijelaskan.

“Kekhawatiran khususnya adalah kemungkinan bahwa sistem AI dengan tantangan yang dapat dijelaskan dapat menghasilkan dan mungkin menutupi hasil yang bias atau tidak akurat,” kata laporan tersebut.  

Terlepas dari banyaknya perhatian baru terhadap AI, laporan ini tidak memberikan proposal peraturan yang spesifik, dan hanya memberikan arahan yang tidak jelas kepada lembaga-lembaga anggota dan perusahaan keuangan.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya