Berita

Peserta focus group discussion bertajuk Ketenagakerjaan Indonesia, Bonus Demografi dan Ekonomi Rakyat, di Hotel Lumire, Jakarta Pusat/Ist

Politik

Soal Ketenagakerjaan, Ini Rekomendasi Sarbumusi untuk Para Capres

JUMAT, 15 DESEMBER 2023 | 16:08 WIB | LAPORAN: ACHMAD RIZAL

Menyambut bonus demografi, Konfederasi Sarbumusi menilai masalah ketenagakerjaan tak bisa dipandang sebelah mata. Terlebih jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibanding tidak produktif. Sehingga, siapapun presiden yang memimpin Indonesia ke depan, perlu strategi matang.

“Bonus demografi di Indonesia puncaknya pada 2030, sehingga akan ada tenaga kerja produktif sebesar 64 persen dari total jumlah penduduk 297 juta jiwa,” kata Presiden DPP Konfederasi Sarbumusi, Irham Ali Saifuddin, pada focus group discussion (FGD) bertajuk Ketenagakerjaan Indonesia, Bonus Demografi dan Ekonomi Rakyat, di Hotel Lumire, Jakarta Pusat.

Melalui rilis yang dikirim ke Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (15/12), Irham berpendapat, melimpahnya bonus demografi menjadi faktor menentukan bagi Indonesia, keluar dari middle income trap dan menjadi negara maju. Untuk itu dia memandang pentingnya memanfaatkan momentum bonus demografi 2030.


“Dengan catatan, semua tenaga kerja kita berproduksi, baik sektor formal maupun informal. Sayangnya, meningkatnya sektor jasa berbanding terbalik dengan sektor pertanian yang ada,” katanya.

Sementara itu, National Project Coordinator International Labour Organization (ILO), Dede Shinta, berpendapat, tingkat pendidikan yang rendah jadi problem serius bagi tenaga kerja di Indonesia. Untuk itu, ke depan tenaga kerja Indonesia perlu dibekali kemampuan mengelola SDM di sekitarnya.

“Tenaga kerja kita perlu dibekali keterampilan mengelola sumber daya alam di sekitarnya, agar menjadi produk-produk yang bisa diserap ke pasar nasional, bahkan manca negara. Tentu saja mereka juga perlu dibekali keterampilan dan kapasitas menjadi tenaga kerja handal,” kata Dede Shinta.

Sementara itu, dosen ilmu ekonomi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Padang Wicaksono, memandang pemerintah perlu melakukan penerapan strategi baru dalam menghadapi tantangan dunia ketenagakerjaan di masa mendatang.

“Perlu terobosan-terobosan strategi untuk mengaktivasi balai-balai pelatihan milik pemerintah, SMK, dan pendidikan vokasi lainnya, agar bisa menjadi tempat yang mampu memberi bekal kapasitas dan keterampilan bagi tenaga-tenaga kerja kita,” katanya.

Acara dihadiri para pakar dan tokoh yang selama ini concern pada isu-isu ketenagakerjaan, antara lain Dewi Hutabarat (pengurus KADIN Bidang UMKM Koperasi 2015-2021)), Muhyidddin (Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan), Cristianus Pandjaitan (ILO), Tyovan Widagdo (Lembaga Perekonomian PBNU), Victoria Fangiade (Prakarsa), Eka Simanjuntak (Yayasan Nusantara Sejati), Bahruddin (anggota Badan Akreditasi Nasional PDM), dan Joko Wiryono (pendiri dan pemilik Gulanas).

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya