Berita

Capres Nomor Urut 1, Anies Baswedan/Rep

Politik

DEBAT PILPRES 2024

Anies: Sayangnya Pak Prabowo Tidak Tahan Jadi Oposisi

SELASA, 12 DESEMBER 2023 | 21:03 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Acara Debat Capres perdana yang berlangsung di KPU, Selasa (12/12) dengan tema Pemerintahan, Hukum, HAM, Pemberantasan Korupsi, Penguatan Demokrasi, Peningkatan Layanan Publik dan Kerukunan Warga, berlangsung sengit dan penuh gagasan.

Memasuki tema kehidupan demokrasi dan fungsi partai politik, Capres Nomor Urut 1, Anies Baswedan mengutarakan bahwa partai politik harus mendapat kepercayaan rakyat.

“Persoalan demokrasi kita lebih luas dari segala persoalan kepada partai politik. Nah bagaimana untuk partai politik itu sendiri? Partai politik perlu mengembalikan kepercayaan, tapi di sini ada peran negara,” jelas Anies.


Lanjut Anies, adanya oposisi sangat penting untuk mengontrol negara.
 
“Adanya oposisi yang bebas untuk mengkritik pemerintah dan menjadi penyeimbang pemerintah,” ungkapnya.

Anies pun melanjutkan sikap otoritarianisme rezim pemerintah saat ini yang dianggap membungkam kebebasan berbicara dan berpendapat.

“UU ITE atau pasal 14-15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946, itu semua membuat kebebasan berbicara menjadi terganggu. Oposisi kita saksikan minim sekali, adanya oposisi selama ini dan sekarang ujiannya adalah besok bisakah pemilu diselenggarakan dengan netralitas dengan adil dengan jujur,” tegasnya.

Setelah para capres saling menanggapi, Anies mendapat penegasan dari Capres Nomor Urut 2, Prabowo Subianto bahwa dirinya tak mungkin bisa menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 2017 jika tidak ada partai politik.

Prabowo ingin menunjukan bahwa, partainya saat itu merupakan partai oposisi. Dan kehidupan saat itu sangat demokratis di bawah pemerintahan Joko Widodo.

Anies lalu menanggapi, bahwa oposisi sangat penting dan sama-sama terhormat.

“Sayangnya tidak semua orang tahan untuk berada menjadi oposisi. Seperti disampaikan oleh Pak Prabowo, Pak Prabowo tidak tahan untuk menjadi oposisi,” ungkapnya.

“Apa yang terjadi? Beliau sendiri menyampaikan, tidak berada dalam kekuasaan, membuat tidak bisa berbisnis, tidak bisa berusaha, karena itu harus berada di dalam kekuasaan, kekuasaan lebih dari soal bisnis, kekuasaan lebih soal uang, kekuasaan adalah kehormatan untuk menjalankan kedaulatan rakyat,” pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya