Berita

Capres Nomor Urut 1, Anies Baswedan/Rep

Politik

DEBAT PILPRES 2024

Anies: Kita harus Sadar, Negara Bukan Mengatur Pikiran dan Perasaan

SELASA, 12 DESEMBER 2023 | 20:39 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Acara Debat Capres perdana yang berlangsung di KPU, Selasa (12/12) dengan tema Pemerintahan, Hukum, HAM, Pemberantasan Korupsi, Penguatan Demokrasi, Peningkatan Layanan Publik dan Kerukunan Warga, berlangsung sengit dan penuh gagasan.

Masing-masing Paslon memaparkan visi-misinya terkait tema tersebut. Kemudian mereka saling menanggapi materi debat dengan melontarkan satu pertanyaan.

Capres Nomor Urut 1, Anies Baswedan menanggapi fenomena toleransi dan keadilan yang terjadi di masyarakat. Hal itu pun disampaikan Anies berdasarkan pengalamannya memimpin DKI Jakarta.


“Setiap pelanggaran hukum tidak boleh dibiarkan, (apalagi) tak dihukum. Karena apabila dibiarkan dia akan menular dan dia akan dianggap sebagai sesuatu yang benar,” jelas Anies.
 
“Setiap kali ada pelanggaran dikerjakan oleh siapapun kapanpun di manapun maka tegakkan aturan tegakkan hukum,” tegasnya.

 Sambung Capres yang diusung Nasdem, PKB dan PKS itu, negara harus pandai merawat kerukunan antar warga. Caranya melalui komunikasi yang massif dengan rakyatnya.

“Negara tidak boleh memusuhi salah satu unsur yang ada di Masyarakat. Negara adalah penyelenggara yang harus menjangkau semua. Saya, kami mungkin tidak suka, mungkin tidak setuju dengan pikiran seseorang, tapi negara harus memberikan hak kepada dia untuk berbicara termasuk untuk mengkritik,” ungkapnya.

“Sehingga ada ruang kebebasan kepada rakyat untuk menyampaikan pendapatnya. Jadi kita harus sadar, negara bukan mengatur pikiran, negara bukan mengatur perasaan, negara mengatur tindakan,” tambahnya.

Dengan demikian, mantan Rektor Universitas Paramadina itu menegaskan bahwa hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

“Di situ kita atur dan bila melanggar, maka itu dilakukan tindakan penegakan hukum,” tandasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Kejagung Periksa PNS Pemprov Banten terkait Korupsi MBG

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:17

Ahli dari Polri Untungkan Febri Adriansyah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:03

Kinerja BUMD DKI Dituntut Lebih Terukur

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:53

Bayar Rp650 Juta tapi Gagal Lolos Kedokteran Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:41

KPK Bongkar Mahar Rp1,12 Miliar di Jalur Mandiri Unsoed

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:29

Kiai Marsudi Dinilai Mampu Membangun Kemajuan NU Tanpa Kehilangan Jati Diri

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 05:17

Rektor Unsoed Diduga Terima Gratifikasi Rp680 Juta Lewat Mulyono

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:46

Ahli Praperadilan Febrie Sebut TPPU Perlu Tindak Pidana Asal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:29

Sjafrie Terima Menhan China: Perkuat Kerja Sama Militer

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:16

Mantan Dirdik Jampidsus Jasman Panjaitan Beberkan Kesaksian terkait Febrie

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:05

Selengkapnya