Berita

Diskusi bertajuk "Ancaman Demokrasi: Dinasti Politik, Netralitas Penyelenggara Pemilu dan Politisasi Yudisial", di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat/Ist

Politik

Akademisi UI: Perjuangan Reformasi Dipakai Begitu Saja untuk Politik Pragmatis

SELASA, 12 DESEMBER 2023 | 15:12 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Supremasi hukum yang diperjuangkan bangsa Indonesia sebagai negara hukum, terutama sejak era Reformasi 1998 menjalani kemunduran belakangan ini.

Pandangan itu disampaikan akademisi Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Sulistyowati Irianto, dalam diskusi bertajuk "Ancaman Demokrasi: Dinasti Politik, Netralitas Penyelenggara Pemilu dan Politisasi Yudisial", di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.

"Apa sih yang diperjuangkan dalam negara hukum? Jawabannya adalah supremasi hukum," kata Sulistyowati dalam keterangannya, Selasa (12/12).


Dia memaparkan, setiap tindakan yang dilakukan oleh penyelenggara negara harus didasarkan pada hukum. Artinya, tidak sebaliknya, penyelenggara negara mau apa baru hukumnya dibuat.

"Itu dasarnya setiap orang berkedudukan sama di depan hukum, tujuannya untuk memberi perlindungan pada warga negara dari kesewenang-wenangan dari penguasa," terangnya.

Saat Reformasi 1998 terjadi, katanya, masyarakat tidak percaya polisi, tidak percaya hakim, dan tidak percaya jaksa. Atas kondisi itu, lahirlah Mahkamah Konstitusi, Ombudsman, Komisi Yudisial, sebagai bagian agenda reformasi.

Namun, lanjutnya, belakangan badan-badan yang dilahirkan pasca Reformasi 1998 untuk mewujudkan supremasi hukum, dipakai segelintir elite untuk melanggengkan kekuasaan.

"Sekarang kita menjadi heran, bagaimana yang kita perjuangkan 25 tahun yang lalu bisa dipakai begitu saja hanya untuk kepentingan politik pragmatis," tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya