Berita

Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Saffar Muhammad Godam (tengah) dalam konferensi pers penindakan hukum melalui proses penyidikan tindak pidana keimigrasian oleh PPNS Imigrasi, Senin (11/12)/Ist

Hukum

Langgar Keimigrasian, 18 WNA Diamankan

SELASA, 12 DESEMBER 2023 | 00:01 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Selama periode November-Desember 2023 tercatat sebanyak 11 penanganan perkara dugaan Tindak Pidana Keimigrasian yang tengah disidik oleh Penyidik Imigrasi pada 11 kantor imigrasi di seluruh Indonesia. Jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 19 orang, terdiri dari 18 Warga Negara Asing (WNA) dan satu Warga Negara Indonesia (WNI).

“Seluruh orang yang diamankan dari 11 perkara dugaan tindak pidana keimigrasian,” kata Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Saffar Muhammad Godam saat konferensi pers di Kantor Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Senin (11/12).

Saat ini, kata Saffar, belasan tersangka tersebut tengah disidik oleh penyidik imigrasi di 11 kantor imigrasi seluruh Indonesia. Selain itu, ia juga membekali Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) imigrasi dengan didukung peningkatan kompetensi standar penyidik yang berlaku.


"Penanganan tindak pidana keimigrasian yang sedang berproses penyidikan di 11 kantor (imigrasi) yang ada di seluruh Indonesia. Kami membekali PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) Imigrasi didukung dengan peningkatan kompetensi standar penyidik yang berlaku secara universal,” kata Saffar.
 
Saffar menambahkan, jumlah PPNS Imigrasi yang mendapatkan peningkatan kompetensi dalam kemampuan penanganan dan pemanfaatan Barang Bukti Elektronik (BBE) yakni 240 orang dari seluruh kantor imigrasi, divisi, bidang dan rumah detensi imigrasi.

“Penyidikan Tindak Pidana Keimigrasian merupakan wujud pelaksanaan fungsi Imigrasi dalam menjaga stabilitas dan keamanan nasional. Mereka turut menjamin izin masuk dan izin tinggal orang asing yang berada di Indonesia sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku. Jadi, menjaga kedaulatan negara itu bukan hanya tugas Petugas Imigrasi di Tempat Pemeriksaan Imigrasi saja,” kata Saffar.

Adapun materi peningkatan kompetensi PPNS Imigrasi dilakukan di bidang teknologi, digital forensic, serta implementasi dari pembuktian unsur-unsur pasal pidana keimigrasian yang disampaikan oleh para narasumber yang ahli dan berpengalaman.

“Ditjen Imigrasi mendukung para Penyidik Imigrasi dalam melaksanakan Penyidikan Tindak Pidana Keimigrasian secara profesional dan berpedoman pada prinsip dasar yang harus dijalankan dalam penanganan pertama BBE sebagai Digital Evidence First Responder (DEFR) untuk menjaga Chain of Custody BBE agar dapat menjadi alat bukti yang sah di persidangan,” pungkas Saffar.









Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya