Berita

Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Bambang Brodjonegoro/Net

Politik

Mantan Kepala Bappenas Jelaskan Latar Belakang Pemindahan IKN ke Kalimantan

SABTU, 09 DESEMBER 2023 | 19:25 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Latar belakang pemindahan ibu kota negara diungkap mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Bambang Brodjonegoro, di saat isu Ibu Kota Nusantara (IKN) dibahas para capres-cawapres.

Bambang menilai, pemindahan ibu kota negara tidak murni gagasan Presiden Joko Widodo, melainkan beberapa presiden sebelumnya yang sudah menyiapkan hal serupa.

Ia bercerita, dahulu Presiden Soekarno yang ingin memindahkan ibu kota ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Kemudian Presiden Soeharto berencana memindahkan pusat pemerintahan ke Jonggol, Jawa Barat.


"Dan ternyata kedua ide tersebut tidak pernah terealisasi meski ada rumor dan pergerakan seperti spekulasi tanah dan seterusnya," ujar Bambang dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (9/12).

Dia mengaku, ketika menjadi Menteri PPN/Kepala Bappenas pada tahun 2017 baru mengetahui ada ide pemindahan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke wilayah Kalimantan dari Jokowi.

Karena itu, Bambang mengatakan PPN/Bappenas akhirnya melakukan riset di Kalimantan dengan mempertimbangkan tiga provinsi yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

"Dengan membandingkan tiga provinsi tersebut dan akhirnya terpilih adalah lokasi yang dipilih sekarang di Penajam dan diperluas menjadi sebagian Kutai," kata Bambang.

Dia mengungkapkan, Kalimantan dipilih Jokowi berdasarkan riset Bappenas dari pertimbangan risiko bencana alam yang masuk kategori paling kecil, terutama berkaitan gempa, tsunami, dan erupsi vulkanik.

Ditambah, karena posisi Kalimantan yang sudah menjadi lokasi IKN ada di Indonesia tengah.

"Jadi kita ingin buat NKRI lebih intact, lebih compact dan ibu kota ada di tengah, bisa menjadi pusat pertumbuhan yang baru di luar Jawa," ucapnya memaparkan.

Lebih lanjut, Bambang menyebutkan maksud lainnya dari pemindahan IKN oleh Jokowi juga memuat harapan mengurangi disparitas antara Pulau Jawa dan luar Jawa.

Berdasarkan data yang dimiliki PPN/Bappenas kala itu, Bambang mengatakan sebesar 80 persen bersumber perekonomian Indonesia berada di Jawa, Sumatera dan Bali. Sisanya seperti Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, Papua dan lainnya hanya menyumbang 20 persen perekonomian negara.

"Tugas kita adalah bagaimana IKN dapat membantu yang perekonomian 20 persen itu naik. Dalam skenario 2045 kita, kalau sekarang Indonesia barat dan timur 80 banding 20, target di 2045 menjadi 75 banding 25," urainya.

"Mungkin kelihatan masih timpang, tapi kita berusaha mengurangi ketimpangan. IKN bisa menjadi salah satu pendorong upaya porsi ekonomi Indonesia timur naik dari 20 persen ke 25 persen di 2045," demikian Bambang menambahkan.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya