Berita

Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012 Fauzi Bowo alias Foke/Net

Politik

Tak Perlu Campur Tangan Presiden, Foke Terpilih jadi Gubernur Lewat Pilkada

SABTU, 09 DESEMBER 2023 | 05:03 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Badan Musyawarah (Bamus) Betawi secara tegas menolak usulan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta ditunjuk Presiden atas rekomendasi DPRD. Usulan itu sudah masuk dalam Rancangan Undang-Undang Daerah Khusus Jakarta (RUU DKJ) inisiatif DPR RI beberapa waktu lalu.

Ketua Bamus Betawi Riano P Ahmad menyebutkan bahwa putra daerah asal Jakarta pernah menjadi Gubernur Jakarta tanpa harus mendapat keistimewaan ditunjuk Presiden RI. Putra berdarah Betawi itu adalah Fauzi Bowo alias Foke yang menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2013-2018 lewat Pilkada.

“Dalam kompetisi Pilkada DKI, orang Betawi pernah terpilih kok, namanya Fauzi Bowo yang saat itu berkompetisi dan alhamdulillah menang,” kata Riano dikutip Sabtu (9/12).


Hal itu dikatakan Riano untuk menanggapi usulan dari koleganya Ketua Umum Bamus Suku Betawi 1982 Zainuddin atau Haji Oding dalam RUU DKJ. Haji Oding mengusulkan hal itu agar putra daerah bisa dipilih menjadi pemimpin Jakarta di masa mendatang.

Menurut Riano, masyarakat Indonesia harus menjunjung tinggi sistem demokrasi yang sudah dianut negara. Sebagai masyarakat lokal, tentu kaum Betawi berkeinginan putra terbaiknya menjadi seorang pemimpin, tapi melalui jalur kompetisi.

“Alhamdulillah orang Betawi berkompetisi dan pernah terpilih menjadi Gubernur DKI. Oke kita mempunyai keistimewaan sebagai masyarakat lokal tapi jangan mengabaikan demokrasi yang ada,” kata Riano.

“Jadi, semua masyarakat kalau minta privilese semua gimana gitu? Nah ini kan juga harus menjadi pertimbangan pemerintah dalam membahas undang-undang,” kata anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2022 ini.



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya