Berita

Calon Presiden Nomor Urut 1, Anies Baswedan, saat di Lampung/Ist

Politik

Lengkapi Pembangunan Tol Jokowi, Anies Gencarkan Jalur Kereta Api

JUMAT, 08 DESEMBER 2023 | 20:38 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Tekad Calon Presiden Nomor Urut 1, Anies Baswedan, memperbanyak jalur kereta api di berbagai wilayah di Indonesia, tidak bisa dipersepsikan sebagai antitesa dari kebijakan Presiden Jokowi yang gencar membangun jalan tol ribuan kilometer.

Menurut Jurubicara Timnas Amin, Usamah Abdul Aziz, justru Anies ingin mengimbangi dan melengkapi komposisi pembangunan infrastruktur yang sudah diadakan pemerintahan Jokowi.

"Kalau presiden terdahulu sudah membangun tol yang banyak, presiden berikutnya memang perlu memikirkan jalur kereta api," kata Usamah, di Rumah Perubahan, Jalan Diponegoro 10, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, (8/12).


Dia juga mengatakan, penambahan jalur kereta api yang digagas Anies ditujukan untuk mengefektifkan biaya logistik yang didistribusikan ke berbagai daerah.

"Kalau bicara masalah logistik, masalah kepastian keberangkatan, murahnya transportasi, bisa dijawab dengan kereta api. Dengan harga terjangkau, kita bisa berpindah-pindah ke beberapa daerah," jelas Usamah.

Seperti diketahui, Anies berjanji membangun kereta api double track di Provinsi Lampung jika terpilih sebagai presiden. Jalur kereta api double track nantinya menghubungkan Bakauheni-Tanjung Karang-Kertapati (Lampung-Palembang).

Untuk mendukung konektivitas antardaerah, jagoan Koalisi Perubahan untuk Persatuan itu memandang perlu membangun rel kereta dari Kota Banjarmasin ke Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya