Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

UEA Desak Dewan Keamanan PBB Voting untuk Gencatan Senjata Segera di Gaza

JUMAT, 08 DESEMBER 2023 | 12:26 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Uni Emirat Arab (UEA) telah mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk melakukan pemungutan suara terkait rancangan resolusi yang menuntut gencatan senjata kemanusiaan di Gaza.

Pemungutan suara tersebut dijadwalkan dilakukan pada Jumat pagi (8/12), seperti dimuat Reuters.

Agar bisa diadopsi, resolusi tersebut membutuhkan setidaknya sembilan suara setuju dan tidak ada veto dari lima anggota tetap, yaitu Amerika Serikat, Rusia, China, Prancis, dan Inggris.


Resolusi gencatan senjata dibuat oleh negara-negara Arab setelah Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengeluarkan peringatan resmi pada DK PBB terkait situasi di Gaza.

Guterres, yang telah berulang kali menyerukan gencatan senjata kemanusiaan, akan memberikan pengarahan kepada DK PBB pada hari yang sama.

Selama ini AS, yang merupakan sekutu Israel, menentang gencatan senjata karena yakin hal itu hanya akan menguntungkan Hamas.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan di Gaza, sebanyak 17.170 warga Palestina meninggal dunia, dengan 46 ribu lainnya terluka sejak 7 Oktober.

Sementara itu, Israel mengatakan 1.200 orang meninggal dan 240 orang disandera selama serangan Hamas pada 7 Oktober.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya