Berita

Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo/Ist

Politik

Demi Pembangunan Nasional, Ganjar Siap Hadirkan Internet Cepat dan Gratis

KAMIS, 07 DESEMBER 2023 | 16:54 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Percepatan pembangunan nasional bisa dicapai, salah satu kuncinya adalah ketersediaan jaringan internet super cepat, gratis, dan merata bagi anak sekolah di seluruh Indonesia.

Begitu dikatakan calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo saat berdiskusi bersama dengan para mahasiswa Balikpapan bertajuk "Gratisin! Internet Super Cepat, Gratis dan Merata" di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Ketersediaan internet super cepat dan gratis itu, kata Ganjar, juga menjadi program yang akan dia jalankan bersama Mahfud MD jika dipercaya memenangkan Pilpres 2024.


"Saya mau buat program, internet cepat, gratis, merata untuk anak sekolah," kata Ganjar dalam keterangan tertulis, Kamis (7/12).

Dikatakan Ganjar, untuk saat ini akses internet masih belum merata bagi wilayah Indonesia. Hal itu dilihatnya secara langsung usai mengelilingi wilayah Indonesia di masa kampanye.

Padahal, kata Ganjar lagi, dengan internet super cepat, gratis, dan merata pastinya akan mendorong aktivitas terutama bagi siswa untuk semakin berkembang secara produktif.

"Sekarang internet gratis bagi sekolahan dan percepatan pembangunan infrastruktur termasuk kecepatan internet ini penting," tuturnya.

Lebih lanjut, masih kata Ganjar, dengan internet super cepat, gratis dan merata, maka anak muda Indonesia dapat terus berkreasi dan berinovasi.

"Industri kreatif tumbuh dan anak-anak bisa mendapatkan akses bagus untuk internetnya sehingga literasi digitalnya akan tambah bagus," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya