Berita

Maritime Autonomous Surface Ships (MASS)/Net

Bisnis

Indonesia-Jepang Kerja Sama Riset Menuju MASS dan Green Shipping

KAMIS, 07 DESEMBER 2023 | 13:28 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menggelar pertemuan dengan negara Jepang di Markas Besar International Maritime Organization (IMO), London untuk membahas kerjasama di bidang teknologi transportasi laut.

Dirjen Perhubungan Laut, Capt Antoni Arif Priadi memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan tersebut. Sejumlah kesepakatan dan rencana kerja sama positif dihasilkan kedua negara, di antaranya terkait teknologi.
 
Capt Antoni mengungkapkan, satu poin utama yang dibahas adalah terkait dukungan pemerintah Jepang terhadap pencalonan Indonesia pada keanggotaan dewan IMO kategori C tahun 2024-2025.


“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan ini, sambil menyampaikan selamat kepada Jepang yang juga terpilih kembali pada keanggotaan dewan IMO kategori A tahun 2024-2025,” terang Capt Antoni dalam keterangannya, Kamis (7/12).

Dalam rapat tersebut, Indonesia menyuarakan keinginan untuk meningkatkan kerjasama di bidang sumber daya manusia (SDM), khususnya terkait penerimaan tenaga pelaut Indonesia di kapal-kapal berbendera Jepang.

“Selain itu, Indonesia juga menawarkan kerja sama riset dan pelatihan dalam pengembangan dan penerapan Maritime Autonomous Surface Ships (MASS),” ungkapnya.

Pertemuan juga mencakup diskusi mengenai Green Shipping dan Decarbonisasi. Indonesia menginginkan bantuan Jepang dalam uji coba penggunaan biofuel pada mesin-mesin buatan Jepang, seperti Akasaka dan Yanmar.

“Kami menawarkan adanya kerja sama riset dan pelatihan dalam pengembangan dan penerapan Green Shipping. Dan bersedia menerima hibah kapal atau teknologi Jepang yang telah menggunakan teknologi ramah lingkungan termasuk menerima untuk transfer teknologinya,” jelas Antoni.

Dalam tanggapannya, Director Ocean Development and Environment Policy Division Maritime Bureau MLIT, Imai Shin, menyampaikan berbagai hal terkait kebutuhan Jepang akan tenaga pelaut, pengembangan teknologi MASS, dan kajian terkait penggunaan bahan bakar ramah lingkungan.

Imai Shin mengungkapkan bahwa saat ini Jepang memang membutuhkan banyak tenaga pelaut untuk mengoperasikan kapal domestik Jepang namun SDM yang dimiliki Jepang saat ini tidak mencukupi sehingga direncanakan akan menerima pelaut asing pada kapal-kapal berbendera Jepang yang beroperasi di domestik.

Terkait hal ini pemerintah Jepang masih akan melakukan pengaturan internal karena mekanisme saat ini yang berlaku kapal domestik Jepang harus diawaki pelaut berkewarganegaraan Jepang.

Pemerintah Jepang akan melakukan koordinasi dengan asosiasi pelayaran di Jepang untuk pembahasan mekanismenya. Jepang juga telah memiliki training centre dan metode pengujian untuk dapat bekerja di kapal berbendera Jepang.

Terkait pengembangan teknologi MASS, Jepang mengundang banyak negara untuk mengikuti workshop di Jepang terkait penerapan konvensi IMO termasuk terkait aturan MASS. Tahun 2025 pemerintah Jepang menargetkan dapat mengoperasikan kapal MASS di perairan Jepang.

Kemudian soal penerapan green shipping, saat ini Jepang sedang melakukan kajian penggunaan bahan bakar amonia dengan segala keuntungan dan dampaknya, amonia merupakan bahan yang beracun, sehingga perlu kehati-hatian dalam penggunaannya termasuk terhadap kebocoran dari kapal ke perairan.

Jepang juga melakukan kajian terkait penggunaan bahan bakar hidrogen untuk melakukan perbandingannya dengan bahan bakar amonia pada saat yang sama.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya