Berita

Siswa-siswi sejumlah Sekolah Dasar di Yogyakarta antusias menyaksikan film-film hasil seleksi Layar Anak Indonesia di acara JAFF 2023/Istimewa

Nusantara

Keseruan Ratusan Siswa SD Yogyakarta Nobar 5 Film Layar Anak Indonesiana di JAFF 2023

SELASA, 05 DESEMBER 2023 | 18:00 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kehadiran Layar Anak Indonesiana (LAI) di Jogja NETPAC-Asian Film Festival (JAFF) ke-18 telah membuat anak-anak tingkat sekolah dasar (SD) di Kota Yogyakarta bergembira ria. Mereka antusias nonton bareng (nobar) 5 film yang diputar secara bergantian.

Penampilan film yang pertama berjudul "Ndogmu dan Ndogku" yang disutradarai Kelik S. Nugroho dari Yogyakarta. Film bergenre live shoot animasi itu berhasil membuat penonton tertawa sekaligus tegang dengan alur cerita yang disajikan.

Kepala Balai Media Kebudayaan (BMK) Kemendikbudristek, Retno Raswaty, yang hadir di lokasi nonton bareng mengucap syukur dan terima kasih karena ratusan anak-anak itu sudah menyaksikan film-film Layar Anak Indonesiana.


“Terima kasih sudah menyaksikan produksi dari Indonesiana.TV yang berhasil lolos seleksi di JAFF. Ini adalah hasil dari sebuah proses panjang, mulai Februari sampai selesai Agustus dan bisa hadir di JAFF. Ini adalah bukti dari sebuah usaha dan kerja keras untuk bisa tampil dan tayang di sini,” tutur Retno, melalui keterangannya, Selasa (5/12).

Film LAI yang ditayangkan di JAFF adalah film "Perahu Kertas Hao You" yang disutradarai Riqhi Alvin Sani dari Pontianak, "Mlethek" yang disutradarai Wahyu Agung Prasetyo dari Yogyakarta, "Serdadu Apel Emas" yang disutradarai Lingga G. Permadie dari Malang, serta film animasi wayang berjudul "Ijo dan Emas" yang disutradarai Daud Nugraha dari Bandung.

Usai menonton, anak-anak mendapat kesempatan untuk bertanya langsung kepada para sutradara dan pemeran film mengenai proses produksi. Kenzo, siswa SD Muhammadiyah Demangan mengatakan, dirinya senang bisa menonton film-film tersebut bersama teman-temannya.

“Saya ingin bertanya, bagaimana cara membuat film 'Serdadu Apel Emas'?” ujarnya kepada Lingga G. Permadie, sang sutradara.

Dijelaskan oleh Lingga, proses produksi filmnya diawali dengan pembuatan naskah, lalu membuat lagu, dan dihafalkan bersama dengan para pemain.

Penonton lainnya, David, bertanya berapa lama proses pembuatan film "Perahu Kertas Hao You". Sang sutradara, Riqhi Alvin Sani menuturkan, proses produksi filmnya memakan waktu selama satu sampai dua bulan untuk persiapan. Kemudian, proses syuting selama empat hari dan editing sekitar 1,5 bulan.

Sedangkan Daud Nugraha, sutradara film animasi wayang "Ijo dan Emas" mengatakan, ada lebih dari 100 wayang yang digunakan dalam produksi filmnya.

“Untuk pembuatan wayang, kami tidak menggunakan kulit sapi, melainkan dengan karton yang tebal, serta cat khusus untuk pembuatan wayang kulit,” paparnya.

Layar Anak Indonesiana (LAI) merupakan program produksi film pendek fiksi dan dokumenter untuk anak yang diselenggarakan BMK Kemendikbudristek melalui Indonesiana.TV.

LAI mencoba mengisi kelangkaan produksi film untuk anak sekaligus mengangkat keragaman cerita dan talenta dari berbagai kota di Indonesia. Setiap film membawa keunikan dan ragam seni budaya yang menghidupinya.

Tujuannya, memperkenalkan objek pemajuan kebudayaan dan menanamkan pendidikan karakter, nilai budaya, dan kearifan lokal pada anak.

Hadirnya film anak semakin melengkapi deretan layar lebar yang disajikan JAFF, hingga turut menjadi ajang apresiasi dan literasi film bagi pelajar Kota Yogyakarta. Dalam hal ini, Balai Media Kebudayaan bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X dan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.

Adapun siswa-siswi yang datang untuk menonton LAI di JFF ini berasal dari SD Muhammadiyah Demangan, SD Negeri Klitren, SD Negeri Bhayangkara, SD Negeri Demangan, SD Muhammadiyah Sapen I, SD Muhammadiyah Sagan, SD Negeri Serayu, SD Negeri Ungaran, dan SD Negeri Sagan. Acara ini juga dihadiri Inspektur I Kemdikbudristek, Muhaswad Dwiyanto.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya