Berita

Arsjad Rasjid saat jumpa pers di Gedung High End, Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (29/11)/RMOL

Politik

Galang Dana, TPN Ganjar-Mahfud Luncurkan Program “Gotong Royong Rakyat”

RABU, 29 NOVEMBER 2023 | 20:07 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tim Pemenangan Nasional (TPN) Pasangan Nomor Urut 3 Ganjar-Mahfud menggalang dana kampanye Pilpres 2024 melalui platform digital bernama "Gotong Royong Rakyat”.

Ketua TPN Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid, menjelaskan, platform itu merupakan inisiatif TPN, dan dapat diakses langsung melalui gotongroyongrakyat.id.

“Kami mengajak seluruh masyarakat ikut mengawal Pemilu Luber Jurdil. Menciptakan kampanye Pilpres yang lebih etis, transparan, mengusung semangat partisipasi inklusif. Lewat galang dana ini, rakyat bergotong royong memenangkan Mas Ganjar dan Prof Mahfud,” kata Arsjad, saat jumpa pers di Gedung High End, Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (29/11).


Menurutnya, dalam rangka mewujudkan Pemilu yang Luber Jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil) serta mengawal pesta demokrasi itulah, masyarakat bisa terlibat aktif sebagai aktor, bukan hanya objek.

Masyarakat, kata Arsjad, bisa bergotong royong nyata memenangkan Ganjar-Mahfud melalui donasi minimal Rp10.000 dan maksimal Rp2,5 miliar untuk donatur perorangan. Untuk perusahaan bisa berpartisipasi maksimal Rp25 miliar.

“Donasi dari rakyat digunakan untuk mendukung proses demokrasi yang bersih, yang melibatkan masyarakat luas. Itu sebabnya, kami menamai gerakan ini sebagai 'Gotong Royong Rakyat',” katanya.

Lebih jauh dia mengatakan, TPN Ganjar-Mahfud berencana menggalang dana rakyat dalam 2 tahap. Pertama melalui platform digital gotongroyongrakyat.id yang diluncurkan TPN. Kedua, melalui penjualan produk merchandise resmi Ganjar-Mahfud.

“Saat ini platform gotongroyongrakyat.id baru bisa mengakomodasi donatur perseorangan. Insya Allah minggu ini kami rilis fitur baru yang bisa diakses perusahaan yang ikut memberi dukungan dana,” tutupnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya