Berita

Ketua TKD Amin Jawa Barat, Haru Suandharu/Istimewa

Politik

Siap Geser Dominasi Prabowo di Jabar, TKD Amin Optimistis Rebut 80 Persen Suara

RABU, 29 NOVEMBER 2023 | 16:58 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Tim Kampanye Daerah (TKD) Capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Amin), optimistis akan meraup 80 persen suara di Jawa Barat.

Target ini disampaikan Ketua TKD Amin Jawa Barat, Haru Suandharu, di Sudirman Grand Ballroom, Kota Bandung, Rabu (29/11).

"Kalau target setinggi-tingginya, jadi target mah harus tinggi supaya semangat. Kalau cita-cita mah 80 persen," kata Haru yang juga menjabat Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jabar itu.


Jabar sendiri merupakan provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak pada Pilpres 2024. Oleh sebab itu, suara Jabar harus diamankan demi memastikan jagoan Koalisi Perubahan untuk Persatuan ini bisa menang satu putaran.

Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat itu mencontohkan, Prabowo Subianto pada Pilpres 2014 dan 2019 menang di Jabar dengan meraih 60 persen. Namun pencapaian tersebut belum bisa mengantarkan Ketua Umum Partai Gerindra itu mendudukinya kursi RI-1.

Haru pun meyakini dominasi suara Prabowo di Jabar akan mampu digeser Anies. Pasalnya, kemenangan Prabowo pada 2014 dan 2019 tak lepas dari statusnya sebagai oposisi, pesaing Joko Widodo.

"Capaian 60 persen capresnya belum dilantik. Makanya kalau Jawa Barat 60 persen lagi belum dilantik. Kita ingin Pak Anies dilantik, makanya target harus 80 persen," tandasnya.

Di sisi lain, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran, Ridwan Kamil, juga memastikan jagoannya bakal meraih 60 persen suara pemilih di Jabar.

"Target kami minimal 60 persen, insyaAllah lebih menurut hitungan survei. Kalau itu terjadi, Jawa Barat jadi penentu,” beber Ridwan Kamil saat konsolidasi TKD Jabar di The House Convention Hall Paskal, Bandung, Jawa Barat, Sabtu lalu (25/11).

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya