Berita

Presiden Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam/Net

Sepak Bola

Pengamat: Konflik Arya Sinulingga dan Presiden Persiraja Harusnya Diselesaikan Kekeluargaan

SELASA, 28 NOVEMBER 2023 | 22:46 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Exco PSSI, Arya Sinulingga dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Presiden Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin Dek Gam lantaran dianggap melakukan pencemaran nama baik dan ujaran fitnah.

Laporan tersebut buntut dari tindakan Arya Sinulingga yang melabrak Dek Gam saat menonton pertandingan Sada Sumut FC melawan Persiraja Banda Aceh di Stadion Baharoeddin Siregar, Deli Serdang pada Sabtu (25/11).

Saat kejadian, Arya Sinulingga mengusir Dek Gam karena masih harus menjalani sanksi skors larangan berpartisipasi dalam lima pertandingan sebagaimana putusan Komdis PSSI.


Namun demikian, laporan polisi Dek Gam terhadap Arya Sinulingga dianggap berlebihan.

"Masih ada jalan lain untuk menyelesaikan masalah ini. Ini kan harusnya urusan football family, ya diselesaikanlah secara kekeluargaan," kata pengamat sepak bola Akmal Marhali kepada wartawan, Selasa (28/11).

Akmal menyoroti sanksi Komdis PSSI yang masih kurang tegas dan jelas. Sanksi larangan berpartisipasi dalam pertandingan sepak bola, kata dia, tidak hanya dilarang duduk di bench pemain, namun seluruh aktivitas tim, baik kandang maupun tandang.

"Posisi Nazaruddin kan presiden klub, masa menafsirkan larangan berpartisipasinya dengan tidak duduk di bench. Sekelas presiden kan posisinya di VVIP," jelasnya.

Di sisi lain, Akmal menilai Nazaruddin sudah tidak menjalankan sanksi Komdis PSSI sejak awal.

"Dia itu tetap nonton di tribun, nah di sini Komdis harus tegas. Harus ada pengawasannya juga," tandasnya.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya