Berita

Duta Besar RI untuk Spanyol Muhammad Najib/Repro

Politik

Dubes Najib Ingatkan Warga Muhammadiyah Tak Sibuk Kritisi Kekurangan Capres Cawapres

MINGGU, 26 NOVEMBER 2023 | 09:14 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Duta Besar RI untuk Spanyol Muhammad Najib mengingatkan masyarakat Muhammadiyah untuk tidak sibuk mengkritisi kekurangan capres-cawapres di tahun pemilu ini.

Hal ini disampaikan Duta Besar Najib dalam acara diskusi virtual bertemakan "Muhammadiyah Bergerak dari Orientasi Kuantitas menuju Kualitas", pada Minggu (26/11).

"Seringkali, kita disibukkan dengan berbagai kekurangan kita, sibuk mengkritisi kekurangan saudara kita sendiri, atau mengkritisi partai-partai lain, dan di dalam demokrasi, meskipun kita itu mendapatkan tempat," kata Najib dalam siaran Youtube Wisma Duta RI Madrid.


"Tapi sebaiknya menurut hemat saya, itu dilakukan dengan tetap menggunakan pikiran yang rasional, hati yang bersih, etika moral, sesuai dengan adab bangsa dan negara," sambungnya.

Indonesia di mata dunia, kata Najib, merupakan negara religius. Oleh karena itu, untuk menjaga moral keagamaan, ia berpesan agar seluruh masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang agama dalam Pemilu 2024 ini.

"Apalagi, kita dikenal dengan masyarakat yang religius. Tentu nilai-nilai keagamaan, tidak bisa kesampingkan. Lebih dari itu saya ingin mengingatkan juga kalau mengkritisi, sebaiknya hal hal yang sifatnya tidak personal. Karena, bisa bisa menimbulkan luka, dan pemilu sudah selesai nanti lukanya enggak sembuh-sembuh," demikian Najib.



Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya