Berita

Calon presiden Prabowo Subianto dalam dialog terbuka Muhammadiyah di UMS/Repro

Politik

Prabowo: Saya Sangat Nyaman di Keluarga Besar Muhammadiyah

JUMAT, 24 NOVEMBER 2023 | 11:51 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Calon presiden dari Koalisi Indonesia Maju, Prabowo Subianto, mengaku nyaman berada di tengah-tengah masyarakat Muhammadiyah.

Hal itu disampaikannya ketika memberikan sambutan di acara Dialog Terbuka Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jawa Timur, Jumat (24/11).

"Hari ini, saya merasa sangat nyaman di kalangan keluarga besar Muhamadiyah," kata Prabowo.


Menteri Pertahanan RI ini mengatakan, dirinya nyaman karena lingkungannya sehari-hari dikelilingi oleh orang Muhammadiyah.

"Saya punya jurubicara sudah lama, adalah mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah saudara Dahnil Anzar Simanjuntak. Kemudian juga ikut tim saya saudara Saleh Daulay juga Ketua Pemuda Muhammadiyah. Ada juga Raja Juli Anthony, mantan ketum ikatan pelajar Muhamadiyah, sekarang Sekjen PSI koalisi saya, alhamdulillah," paparnya.

"Juga Pak Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Amanat Nasional yang terkenal dengan logo matahari. Jadi, kira-kira mungkin ada hubungan darah, dengan Muhamadiyah, mungkin bisa dikatakan anak kandung dari Muhammadiyah," imbuhnya.

Menurut Prabowo, PAN sudah bersamanya selama 10 tahun dan akan terus bersama dengan dirinya. Selain itu, Prabowo juga mengaku akrab dengan para tokoh Muhammadiyah.

"Saya juga sangat akrab, dengan banyak ketua-ketua umum Muhamadiyah, saya yakin sudah terkenal, bagaimana dekatnya saya dengan Pak Amien Rais, Buya Syafi'i Ma'arif, Pak Din Syamsuddin, dan sekarang tentunya Pak Haidar Nasir," ujarnya.

Lanjut Prabowo, meskipun para tokoh Muhammadiyah ada yang berbeda pendapat dengan dirinya, namun Prabowo memastikan tetap bersahabat dengan mereka.

"Kita bersahabat, kadang-kadang kita berbeda pandangan. Tapi tetap bersahabat. Jadi dalam alam negara demokrasi, dalam alam negara berkemajuan, perbedaan pendapat itu kita hormati, kita hargai, kita anggap biasa," ujarnya.

"Tapi persahabatan rasa kekeluargaan, rasa senasib sepenanggungan itu, tidak boleh terpengaruh. Sehingga kita berbeda-beda tapi kita bisa menyelesaikan masalah. Karena, tanggung jawab kita kepada negara, bangsa, rakyat, dan umat lebih penting daripada kepentingan pribadi golongan atau perorangan," tutupnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya