Berita

Wasekjen Partai Gerindra Didi Mahardhika/Net

Politik

Wasekjen Gerindra: Pernyataan Djarot Saiful Hidayat Tendensius dan Berbau Fitnah

SENIN, 20 NOVEMBER 2023 | 00:19 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sindiran Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat terkait kehadiran cawapres Koalisi Indonesia Maju (KIM) Gibran Rakabuming Raka di Tapanuli, Sumatera Utara, belum lama ini dianggap sudah melewati batas.

"Pernyataan saudara Djarot Saiful Hidayat tersebut sangat tendensius dan berbau fitnah. Dalam pernyataan tersebut saudara Djarot menyatakan bahwa telah terjadi rekayasa konstitusi dan nepotisme yang bersifat terbuka untuk melanggengkan kekuasaan," kata Wasekjen Partai Gerindra Didi Mahardhika melalui siaran persnya, Minggu (19/11).

Didi menilai, tuduhan tersebut sangat menyakitkan hati rakyat dan berpotensi memecah persatuan bangsa yang sudah dirintis dan diperjuangkan oleh para founding fathers Indonesia.


Menurut Didi, pernyataan Djarot tersebut merupakan bentuk sindiran yang menyesatkan yang berpotensi merusak persatuan bangsa.

"Jangan karena takut calonnya kalah dalam kontestasi pilpres maka pendukungnya menghalalkan segala cara dengan membangun narasi yang menyesatkan dan merusak persatuan bangsa," kata cucu Proklamator Bung Karno ini.

Didi berpandangan, serangan terhadap capres atau cawapres lawan sangat dimungkinkan dalam proses demokrasi pilpres, namun hendaknya jangan sampai membuat kehilangan hati nurani dan jati diri sebagai bangsa yang beradab.

Meski merespons keras pernyataan Djarot, namun Didi berharap dinamika politik saat ini tetap disikapi dengan mewujudkan pemilu dan pilpres yang damai.

"Tetap menjunjung tinggi dan mengedepankan nilai-nilai persatuan dan toleransi," tutup Didi.

Sebelumnya, dalam pernyataannya kepada wartawan, Djarot mengaku tidak merasa khawatir jika suara PDIP terpecah antara mendukung Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud, menyusul kehadiran Gibran di Tapanuli.

"Rakyat Tapanuli saya kira juga sangat aktif mencermati dinamika perpolitikan nasional, baik melalui media mainstream maupun media sosial. Terutama bagaimana konstitusi direkayasa dan terbukti terjadi pelanggaran etik berat sehingga paman Gibran diberhentikan sebagai ketua MK (Mahkamah Konstitusi)," ujar Djarot kepada wartawan.

Lebih lanjut Djarot juga menyindir pencalonan Gibran, putra sulung Presiden Joko Widodo, sebagai cawapres mendampingi Prabowo.

"Rakyat juga paham tentang praktik nepotisme yang dilakukan secara terbuka dan tidak ada rasa malu demi melanggengkan kekuasaan," kata Djarot.




Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya