Berita

Acara Bulan Mutu Nasional (BMN) yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta pada Rabu, 15 November 2023/RMOL

Bisnis

Dukung Net Zero Emissions, BSN Dorong Standarisasi Produk Domestik

RABU, 15 NOVEMBER 2023 | 14:49 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Dalam upaya menuju target Net Zero Emissions, Badan Standardisasi Nasional (BSN) mendorong penerapan standar dan penilaian produk dalam negeri.

Berdasarkan data dari Climate Watch, pada 2020 Indonesia menghasilkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sekitar 1,48 M ton/gigaton atau setara 3,1 persen emisi GRK global. Mayoritas emisi tersebut berasal dari sektor industri dan transportasi.

Guna mengurangi tingginya emisi GRK, pemerintah berkomitmen melakukan preservasi lingkungan, melalui implementasi circular economy, Environmental Social Governance (ESG), mereduksi emisi GRK, dan sepakat mencapai Net Zero Emissions (NZE) 2060.


Dalam konteks ini, BSN sebagai otoritas yang menetapkan standar dan penilaian suatu produk, menekankan perlunya transformasi bisnis yang mengarah pada circular economy ataupun ESG.

Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sambil mempertahankan nilai produk, bahan, dan sumber daya dalam perekonomian dalam negeri.

“Tahun 2023 ini, Badan Standardisasi Nasional (BSN) turut mendukung kebijakan pemerintah dalam mencapai target Net Zero Emissions melalui penerapan standar dan penilaian kesesuaian,” ungkap Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kukuh S. Achmad dalam acara Pembukaan Bulan Mutu Nasional (BMN) dan Seminar Nasional Standardisasi 2023, Rabu (15/11).

Selain itu, BSN bersama Komite Akreditasi Nasional (KAN) turut berkomitmen mendukung Bursa Karbon Indonesia yang baru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada akhir September lalu.

Melalui penetapan 8 Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait isu GRK dan SNI ISO/IEC 17029:2019, BSN berupaya mengakomodasi langkah-langkah konkret dalam menangani perubahan iklim.

Dalam kerangka ini, KAN juga berfokus pada akreditasi Lembaga Verifikasi/Validasi (LVV) GRK, khususnya untuk Nilai Ekonomi Karbon (NEK), sesuai Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021.

“Tugas KAN memastikan bahwa proses verifikasi atau validasi dilakukan dengan tata cara sesuai dengan metodologi yang telah ditetapkan serta memastikan kompetensi LV/V sesuai dengan persyaratan standar,” jelas Kukuh.

Selain itu, BSN juga turut serta mendukung ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2023, dengan memberikan layanan pembinaan kepada ratusan UMK produk daerah, serta memberikan sertifikasi SNI.

Serangkaian langkah itu dipaparkan BSN dalam kesempatan Bulan Mutu Nasional (BMN), yang diselenggarakan setiap November, yang digunakan sebagai momentum bagi semua pihak untuk bersama-sama menciptakan dunia yang lebih baik melalui pemantapan infrastruktur mutu.

Harapannya, melalui standardisasi dan penilaian kesesuaian, ekonomi dalam negeri dapat semakin kuat, kesejahteraan masyarakat semakin meningkat, dan menciptakan Indonesia yang lebih hijau dengan penerapan NEK.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

Habib Syakur Kritik Elite Politik: Demokrasi Jangan Dijadikan Arena Gaduh

Senin, 18 Mei 2026 | 10:20

MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pengamat Sebut IKN Hanya Ambisi Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 10:02

Pakar Soroti Masalah Struktural yang Hambat Investasi Asing ke RI

Senin, 18 Mei 2026 | 09:56

Polemik Muktamar Mathla’ul Anwar Berlanjut ke Pengadilan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:51

IHSG Ambles 190 Poin, Rupiah Terpukul ke Rp17.661 per Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 09:47

Emas Antam Turun di Awal Pekan, Termurah Rp1,4 Juta

Senin, 18 Mei 2026 | 09:32

Prabowo Tekankan Pangan Harga Mati, Siap Disalahkan Jika Rakyat Kelaparan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:22

Awal Pekan, Dolar AS Masih Perkasa di Level 99 Setelah Reli Sengit Akhir Pekan

Senin, 18 Mei 2026 | 09:14

Harga Minyak Dunia Makin Naik, Kembali Sentuh 110 Dolar AS

Senin, 18 Mei 2026 | 08:44

Bursa Asia Tertekan, Kospi Paling Merah

Senin, 18 Mei 2026 | 08:18

Selengkapnya