Berita

Kedelai/Net

Bisnis

Jelang Pertemuan Xi-Biden Pekan Depan, China Borong Tiga Juta Ton Kedelai AS

SABTU, 11 NOVEMBER 2023 | 08:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

China diduga sengaja menghidupkan kembali diplomasi kedelai ketika negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu berupaya menjalin hubungan yang lebih erat dengan Amerika Serikat (AS) menjelang pertemuan antara Presiden Xi Jinping dan Presiden AS Joe Biden.

China, yang merupakan importir kedelai terbesar di dunia, membeli lebih dari 3 juta metrik ton komoditas tersebut dari Amerika pada minggu ini, sebuah jumlah yang mengejutkan pasar.  

Menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut, langkah ini merupakan isyarat niat baik menjelang perundingan Biden-Xi yang dijadwalkan berlangsung di San Francisco minggu depan.


Bulan lalu, pembeli biji-bijian China termasuk Cofco International Ltd. dan Sinograin menandatangani 11 perjanjian dengan pedagang tanaman seperti Archer-Daniels-Midland Co., Bunge Ltd. dan Cargill Inc. dalam sebuah forum di Iowa, yang merupakan kesepakatan pertama sejak perselisihan perdagangan saat Trump berkuasa.

“Tentu saja terdapat banyak ‘diplomasi antar-jemput’ selama enam bulan terakhir ini antara kedua negara,” kata Stephen Nicholson, ahli strategi global untuk biji-bijian dan minyak sayur di Rabobank, salah satu pemberi pinjaman terbesar bagi industri pertanian, seperti dikutip dari Bloomberg, Sabtu (11/11).

“Dan tentu saja, Biden akan bertemu dengan Xi minggu depan," ujarnya.

Tiongkok membeli kedelai Amerika meskipun harganya lebih mahal dibandingkan pasokan Brasil, dan margin pengolahannya lemah.

Alex Sanfeliu, kepala perdagangan dunia di Cargill, pedagang komoditas pertanian terbesar di dunia, mengatakan bahwa China sengaja membeli lebih banyak daripada yang dibutuhkan untuk keperluan domestik.

Hal ini, katanya, menunjukkan bahwa China tersebut sedang berupaya untuk menimbun persediaan.

“Kunjungan Xi adalah satu-satunya penjelasan logis mengapa Sinograin akan membayar lebih mahal dibandingkan biji kopi Brasil,” kata Ken Morrison, pedagang komoditi independen di St. Louis.  

“Sinograin memiliki peran ganda; mereka menghancurkan kacang-kacangan dan mengelola stok cadangan untuk pemerintah. Penghancuran sangat kompetitif di Tiongkok seperti halnya di mana-mana. Penghancur tidak membayar di atas harga pasar," katanya.

Dan Basse, presiden konsultan AgResource Co yang berbasis di Chicago, ikut berkomentar.

"Meskipun ada sedikit politik dalam pembelian, kedelai AS juga lebih baik disimpan dibandingkan pasokan dari Brasil," kata Basse.

"Itu karena kedelai Bbis razil biasanya mengandung terlalu banyak kelembaban dan memiliki kandungan minyak kedelai yang lebih tinggi," ujarnya.
Sementara itu Chris Robinson, direktur pelaksana pertanian dan komoditas di TJM Institutional Services di Chicago mengatakan jatuhnya harga di AS mungkin juga memikat pembeli.

“Sepertinya China melihat harga terendah dalam enam bulan ini sebagai sebuah peluang,” katanya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

IKA BEM Nusantara Ajak Elemen Bangsa Dukung Program Ketahanan Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:56

Bergerak Bersama Menuju Sila Kelima Pancasila

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:30

TNI Tembus Medan Terjal Salurkan 2 Ton Logistik di Kabupaten Puncak

Senin, 03 Agustus 2026 | 01:09

Buka Turnamen Tenis Beregu

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:42

531 Atlet Taekwondo Terbaik Asia Siap Bertarung Demi Kehormatan Negara

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:24

Prabowo Harus Rombak Kabinet Buntut Tingkat Kepuasan Publik Melorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 00:04

Zanzabella Singgung "Si Ono" dan Rekaman CCTV: Pertengkaran Pasti Ada Sebabnya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:35

Pelaporan ESG Tahun 2026 Indonesia

Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05

Ustaz Novel: LGBT Bahaya Laten dengan Daya Rusak Luar Biasa

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:39

Tragedi KM Mutiara Sentosa 2: Keluarga Cemas Banyak Penumpang Tak Masuk Manifes

Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:53

Selengkapnya