Berita

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri di acara Road Show Bus KPK dan Road to Hakordia 2023 di Aceh/Repro

Hukum

Di Aceh Firli Bahuri Beberkan Kinerjanya Selama 4 Tahun: 513 Koruptor Ditangkap dan Selamatkan Keuangan Negara Rp1,6 T

KAMIS, 09 NOVEMBER 2023 | 11:36 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Selama empat tahun kepemimpinan Firli Bahuri dkk, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menangkap 513 orang koruptor atau sekitar 32,6 persen dari total koruptor yang ditangkap sejak lembaga antirasuah itu berdiri.

Hal itu diungkapkan langsung Ketua KPK, Firli Bahuri saat membuka acara Road Show Bus KPK dan Road to Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2023 yang diselenggarakan di Gedung Balee Meuseuraya Aceh (BMA), Provinsi Aceh, Kamis siang (9/11).

Firli mengatakan, sejak berdiri pada 2003, sebanyak 1.569 orang pelaku tindak pidana korupsi ditangkap KPK.


"Dari angka 1.569 orang, berapa yang kita lakukan penindakan di tahun 2020-2023? angka sekarang jumlah tersangka yang sudah kita tahan selama 4 tahun sejak 2020-2023 sebanyak 513 orang," kata Firli dalam sambutannya.

Rinciannya, kata Firli, pada 2020 atau di tahun pertama kepemimpinannya, KPK berhasil menahan 109 pelaku korupsi. Selanjutnya pada 2021, sebanyak 127 orang koruptor ditahan. Lalu pada 2022, sebanyak 149 orang pelaku korupsi ditahan. Dan pada 2023 yang belum berakhir ini, KPK sudah menahan 128 orang tersangka korupsi.

"Dan tahun 2023 sebanyak 128 orang belum tutup tahun. Mudah-mudahan tidak bertambah karena tidak ada korupsi. Itu dari penindakan pak. Begitu banyak orang yang sudah tertangkap kasus korupsi," terang Firli.

Selain itu, kata Firli, selama empat tahun ini juga, KPK berhasil menyelamatkan keuangan negara melalui asset recovery sebesar Rp1,6 triliun.

"Pendapatan negara bukan pajak lebih dari Rp889 miliar," pungkas Firli.


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya