Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Ribuan Proyek di 165 Negara Dibiayai China

KAMIS, 09 NOVEMBER 2023 | 10:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

China, melalui lembaga keuangannya, telah meminjamkan uang senilai 1,3 triliun dolar AS ke negara-negara berkembang antara tahun 2000 dan 2021, demikian menurut laporan terbaru AidData yang dirilis minggu ini.

Dari penelitian tersebut diperkirakan bahwa 80 persen dari portofolio pinjaman luar negeri China di negara-negara berkembang saat ini, mendukung negara-negara yang mengalami kesulitan keuangan.

Peminjam di negara berkembang dilaporkan berutang kepada pemberi pinjaman (China) antara 1,1 triliun dan 1,5 triliun dolar AS pada tahun 2021.


Dalam penelitiannya AidData menganalisis ada hampir 21.000 proyek di 165 negara berpenghasilan rendah dan menengah, yang dibiayai dengan hibah dan pinjaman China antara tahun 2000 dan 2021.

Menurut laporan tersebut, China tetap menjadi satu-satunya sumber resmi pendanaan pembangunan internasional terbesar di dunia.

“Beijing sedang menjalankan peran yang asing dan tidak nyaman – sebagai penagih utang resmi terbesar di dunia,” tulis peneliti AidData, seraya menambahkan bahwa negara tersebut semakin berperilaku seperti manajer krisis internasional.

Data menunjukkan bahwa jumlah kumulatif proyek infrastruktur yang dibiayai oleh hibah dan pinjaman China di negara-negara berkembang dengan paparan risiko lingkungan, sosial, atau tata kelola (ESG) yang signifikan melonjak dari 17 proyek senilai 420 juta dolar AS pada tahun 2000 menjadi 1.693 proyek senilai 470 miliar dolar AS pada tahun 2021 .

Laporan tersebut menyoroti bahwa China tidak akan menjadi kreditor resmi terbesar di dunia bagi negara-negara berkembang, bahkan lebih besar dari gabungan Bank Dunia, IMF, dan seluruh kreditor Paris Club, jika bukan karena cadangan devisa negaranya yang sangat besar.

Menurut AidData, cadangan mata uang asing resmi China berjumlah sekitar 3,1 triliun dolar AS pada tahun 2023.

Studi ini juga menemukan bahwa tujuan pinjaman luar negeri China telah berubah. Komitmen pinjaman ke negara-negara Afrika dilaporkan turun dari 31 persen dari total pada tahun 2018 menjadi 12 persen pada tahun 2021, sementara pinjaman ke negara-negara Eropa meningkat hampir empat kali lipat menjadi 23 persen.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya