Berita

Empat tersangka yang ditangkap Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri karena mengedarkan Dolar Amerika Serikat (AS) palsu di wilayah Purwakarta, Jawa Barat (Jabar)/Ist

Presisi

Komplotan Pengedar Dolar dan Rupiah Palsu di Purwakarta Digulung Polisi

SELASA, 07 NOVEMBER 2023 | 09:35 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menggulung komplotan pengedar Dolar Amerika Serikat (AS) palsu di wilayah Purwakarta, Jawa Barat (Jabar).

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan mengatakan, pengungkapan berlangsung pada Sabtu (4/11) di Purwakarta.

"Bareskrim Polri telah melakukan pengungkapan jaringan peredaran uang palsu berupa pecahan 100 Dolar AS dan pecahan Rp100 ribu di Purwakarta," kata Whisnu dalam keterangan resmi kepada wartawan, Selasa (7/11).


Menurut Whisnu, polisi berhasil meringkus empat tersangka dalam pengungkapan tersebut, masing-masing berinisial AGS, KB, DS dan AMB.

Dari tangan empat tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain sebanyak 995 lembar pecahan 100 Dolar AS dan 45 lembar pecahan Rp100 ribu.

Awal mula pengungkapan kasus ini dari informasi masyarakat di wilayah Purwakarta. Dari sini, penyidik langsung melakukan penyelidikan dengan menangkap AGS.

Kepada penyidik, AGS menawarkan 1 Dolar AS seharga Rp5.000. Sesuai permintaan AGS, transaksi dilakukan di salah satu rumah makan di Purwakarta, dengan jumlah 995 lembar pecahan 100 Dolar AS.

"Setelah menunggu sampai dengan sekitar pukul 18.00 WIB, terduga pelaku (AGS) datang ke TKP di salah satu rumah makan di Kabupaten Purwakarta dengan menggunakan kendaraan Suzuki APV warna abu-abu metalik nomor polisi F 1632 WY," kata Whisnu.

AGS datang bersama tiga temannya, KB, DS, dan seorang perempuan berinisial TH dengan membawa tas berisi uang asing pecahan 100 Dolar AS yang diduga palsu sebanyak 995 lembar.

"Tas berisi mata uang asing pecahan 100 Dolar AS yang dibawa oleh saudara KB," ujar Whisnu.

Saat itu, KB mengeluarkan pecahan 100 Dolar AS yang diduga palsu sebanyak 995 lembar yang dilapisi plastik bening dan dibungkus dengan kantong kresek warna hitam. Uang itu disimpan dalam tas ransel warna hitam.

Setelah melihat barang bukti tersebut, kata Whisnu, polisi langsung melakukan tangkap tangan.

"Saat dilakukan pemeriksaan di AGS, ditemukan juga mata uang rupiah sebanyak 45 lembar pecahan Rp100 ribu dan 5 lembar pecahan 100 Dolar AS, dengan rincian dua lembar emisi 2006 dan tiga lembar emisi 2013 yang disimpan dalam amplop warna cokelat yang disimpan dalam tas," kata Whisnu.

Sedangkan dari tangan KB ditemukan 95 lembar Dolar AS palsu emisi 2013 yang dibungkus dengan kertas HVS warna putih dan disimpan dalam tas warna cokelat.

Keempat tersangka dijerat dengan Pasal 245 KUHP Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan/atau Pasal 36 ayat (2) UU 7 / 2011 tentang Mata Uang, dengan ancaman penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling banyak Rp50.000.000.000.



Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya