Berita

Muhaimin Iskandar saat melihat langsung kondisi sawah di Juwiring, Klaten, Jawa Tengah/Ist

Politik

Petani di Klaten Curhat, Cak Imin Komitmen Tekan Impor

MINGGU, 05 NOVEMBER 2023 | 19:10 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Cawapres Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, menemui kelompok tani di Juwiring, Klaten, Minggu (5/11).

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu berbincang hangat sekaligus menyerap aspirasi menyangkut kebutuhan, tantangan, dan kesulitan yang dialami petani.

"Sekarang apa enaknya, apa kurangnya, saya mau dengarkan, sehingga ke depan rakyat bisa makmur, petaninya makmur, tidak ada impor-impor," tegas Cak Imin.


Saat dialog dengan para petani, Cak Imin menerima keluhan mulai dari persoalan pupuk subsidi, masalah irigasi, hingga regenerasi petani yang mulai macet. Selain keluhan, petani juga menyampaikan upaya-upaya yang sudah mereka lakukan.

Pendamping Capres Anies Baswedan itu juga turun melihat langsung kondisi sawah ditemani beberapa petani. Cak Imin mendapat penjelasan lengkap mengenai kondisi sawah yang digarap petani.

Salah satu ketua kelompok tani, Catur, menjelaskan, ada tiga poin yang saat ini dikeluhkan petani. Dia meminta pembinaan kepada petani kembali dihadirkan. Dia juga menyoal kelangkaan pupuk dan kesulitan air yang menjadi masalah saat ini.

"Sekarang ada pupuk subsidi dan non subsidi, sekarang ada kartu tani, itu justru merugikan saya sebagai petani. Jatah pupuk dikurangi, dibatasi. Dua tahun lalu kami garap dapat tiga zak pupuk, tahun ini cuma dapat satu zak," ungkap Catur.

"Kalau kering seperti ini, kami tidak bisa tanam, karena debit berkurang. Kami usul ke kelurahan agar sumur tancap diperbanyak, tapi dijawab takut air penduduk berkurang. Kemudian ada ide sumur tancap 100 meter, tapi kelurahan nggak berani, karena biaya besar," tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya