Berita

Rishi Sunak dan Elon Musk/Net

Tekno

Elon Musk Prediksi Masa Depan AI bagi Pekerjaan Manusia

SABTU, 04 NOVEMBER 2023 | 07:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kecerdasan buatan pada akhirnya akan menjadi sangat canggih sehingga dapat menggeser peran manusia untuk melakukan pekerjaan. Miliarder pemilik platform X Elon Musk mengatakan hal tersebut kepada Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak
saat duduk bersama pada KTT Keamanan AI perdana di London baru-baru ini.

Musk sekaligus mendeklarasikan kecerdasan buatan sebagai salah satu kekuatan yang paling mengganggu dalam sejarah.

“Kemungkinan besar AI akan menjadi kekuatan untuk kebaikan, tetapi kemungkinan terjadinya hal buruk bukan nol persen," katanya, ” seperti dikutip dari CNN, Jumat (3/11).

“Kemungkinan besar AI akan menjadi kekuatan untuk kebaikan, tetapi kemungkinan terjadinya hal buruk bukan nol persen," katanya, ” seperti dikutip dari CNN, Jumat (3/11).

Musk dan Sunak berbicara dalam obrolan bergaya wawancara dari sebuah panggung di Lancaster House, sebuah gedung pemerintahan di pusat kota London yang sering digunakan untuk tujuan diplomatik, sebelum percakapan tersebut dibuka untuk pertanyaan dari para jurnalis.

Percakapan tersebut kemudian diposting untuk streaming di akun pribadi Musk di X.

Musk hadir sepanjang acara dua hari yang diadakan di Bletchley Park, markas besar program pemecah kode Sekutu selama Perang Dunia II, bersama dengan Wakil Presiden AS Kamala Harris, CEO OpenAI Sam Altman, dan politisi terkemuka serta pemimpin teknologi global lainnya. Pejabat China juga hadir dalam acara tersebut.

“Saya senang melihat saat ini orang-orang menganggap serius AI,” kata Musk.

“Terima kasih atas pertemuan puncak ini. Saya pikir pertemuan ini akan dicatat dalam sejarah sebagai hal yang cukup penting," ujarnya.

Musk mengungkap beberapa prediksi mengenai AI, termasuk masa depan di mana tidak diperlukan pekerjaan dan persahabatan manusia dengan AI akan menjadi salah satu bentuk persahabatan tertinggi.

“Anda bekerja, jika Anda ingin memiliki pekerjaan – semacam kepuasan pribadi – tetapi AI akan mampu melakukan segalanya,” tambah Musk.  

Musk mengatakan bahwa AI dapat menciptakan era keberlimpahan atau age of abundance dengan tidak ada kekurangan barang dan jasa. Era keberlimpahan (abundance) dikenal juga dengan istilah free/sharing economy, sehingga semua hal serba berkelimpahan dan berbiaya sangat kecil.

"AI dapat mengarah pada masa depan di mana tidak diperlukan pekerjaan dan masyarakat dapat menikmati pendapatan tinggi secara universal," katanya.

Dia juga menyebutkan manfaat dunia bimbingan AI yang bisa dimanfaatkan orang-orang seperti putranya yang memiliki ketidakmampuan belajar dan kesulitan dalam menjalin pertemanan.

Musk bukan satu-satunya tokoh terkenal yang meramalkan masa depan di mana kita semua akan bekerja lebih sedikit berkat AI. Kepala JPMorgan Jamie Dimon dan  miliarder Ray Dalio berpendapat bahwa jam kerja akan dikurangi secara besar-besaran setelah mesin super cerdas mulai mengisi lowongan kerja.

KTT keselamatan AI berikutnya akan diselenggarakan oleh Korea dan Prancis dan dijadwalkan pada tahun 2024.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya