Berita

Bacapres PDIP Ganjar Pranowo saat menemui masyarakat Bali di Denpasar, Bali, Kamis (2/11)/Ist

Politik

Dorong Pariwisata Indonesia, Ganjar: Infrastruktur harus Jadi Perhatian

KAMIS, 02 NOVEMBER 2023 | 19:21 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Infrastruktur memiliki peran penting dalam mengembangkan sektor pariwisata di Indonesia.

Hal itu disampaikan bakal calon presiden dari PDIP Ganjar Pranowo ketika melakukan lawatan di Bali, Kamis (2/11).

Pihaknya mengatakan pemerintah daerah perlu memberikan perhatian penuh terhadap infrastruktur penunjang pariwisata.


"Jalan untuk penerbangan, pelabuhan, wabil khusus sistem transportasi di perkotaan, saya kira itu harus jadi perhatian," kata Ganjar saat bertemu dengan para pengusaha di Denpasar, Bali, Kamis (2/11).

Data terbaru menunjukkan peningkatan pesat jumlah penerbangan, bahkan melebihi angka sebelum pandemi. Hal ini menunjukkan potensi yang besar, tetapi juga menuntut perhatian terhadap infrastruktur.

Ganjar menekankan pentingnya budaya dalam daya tarik pariwisata. Budaya lokal yang unik merupakan faktor kunci dalam menarik wisatawan.

Dia mencatat bahwa orang datang ke daerah tertentu untuk merasakan budaya khasnya, seperti yang terjadi di Bali, di mana budaya dan seni tradisional sangat hidup dan menarik minat wisatawan.

"Dengan kecepatan pariwisata tumbuh di Bali, memang mesti disiapkan aspek lingkungan, dukungan SDM bahkan sampai saya bilang, paket wisata dengan destinasi lain di luar Bali, sehingga orang yang datang akan mendapatkan alternatif,” jelasnya.

Untuk mendukung perkembangan seni dan budaya, Ganjar menekankan pentingnya kaderisasi hingga tingkat bawah. Dia melihat bahwa generasi muda Bali memiliki potensi besar untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya mereka.

Ganjar percaya bahwa pengembangan pariwisata Indonesia membutuhkan kombinasi yang seimbang antara infrastruktur yang baik dan pelestarian budaya lokal yang kaya. Dengan pendekatan ini, Indonesia dapat menjadi tujuan wisata yang menarik dan berkelanjutan.

"Sangat berpengaruh budaya. Budaya penting,” tutupnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya