Berita

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida/Net

Bisnis

Redam Inflasi, Jepang Siap Kucurkan Dana hingga 17 Triliun Yen

KAMIS, 02 NOVEMBER 2023 | 12:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Jepang siap menggelontorkan lebih dari 17 triliun yen (113 miliar dolar AS) sebagai upaya untuk meredam pukulan ekonomi dari kenaikan inflasi, yang akan mencakup pemotongan pajak.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan pada Kamis (2/11) waktu setempat.

"Untuk mendanai sebagian pengeluaran, pemerintah akan menyusun anggaran tambahan untuk tahun fiskal saat ini sebesar 13,1 triliun yen," kata Kishida kepada wartawan.


Sebelumnya, Reuters melaporkan pada Rabu (1/11) bahwa pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan pengeluaran lebih dari 17 triliun yen untuk paket tersebut, yang akan mencakup pemotongan sementara pajak pendapatan dan perumahan serta subsidi untuk membatasi tagihan bensin dan utilitas.

Inflasi, yang dipicu oleh kenaikan biaya bahan baku, tetap berada di atas target bank sentral sebesar 2 persen selama lebih dari setahun, sehingga membebani konsumsi dan mengaburkan prospek perekonomian yang tertunda dalam pemulihan akibat dampak Covid-19.

Meningkatnya biaya hidup sebagian dituding sebagai penyebab turunnya tingkat dukungan terhadap Kishida, sehingga menambah tekanan pada perdana menteri untuk mengambil langkah-langkah guna meringankan penderitaan masyarakat.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya