Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

UNICEF: Gaza Sudah Jadi Kuburan Ribuan Korban Anak-anak

RABU, 01 NOVEMBER 2023 | 15:01 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sejak perang meletus di Jalur Gaza awal bulan lalu, ribuan anak telah menjadi korban dari serangan udara Israel.

Menurut laporan Kementerian Kesehatan Gaza yang dikuasai Hamas, serangan Israel telah menewaskan 8.525 orang, dan  3.500 merupakan anak-anak.

Badan anak-anak PBB (UNICEF) memperkirakan jumlah korban anak-anak akan terus bertambah dalam beberapa minggu mendatang.


Juru bicara UNICEF, James Elder pada Rabu (1/11) mengungkapkan kekhawatirannya tentang lonjakan korban anak yang kini mengubah Gaza menjadi kuburan bagi ribuan anak.

"Jumlahnya sangat mengerikan, meningkat secara signifikan setiap hari. Gaza telah menjadi kuburan bagi ribuan anak. Ini adalah neraka bagi semua orang," ujarnya, seperti dimuat The Star.

Elder mengatakan, peningkatan korban tidak bisa dihindari, di tengah blokade dan pembatasan bantuan kemanusiaan.

Dijelaskan Elder, kematian pada anak-anak, terutama bayi di Gaza karena kekurangan pasokan air bersih.

"Kapasitas produksi air di Gaza hanya 5 persen. Lebih dari satu juta anak yang tinggal di Jalur Gaza juga menderita kekurangan air bersih," kata Elder.

Dia mendesak agar gencatan senjata segera dicapai dan akses bantuan kemanusiaan berkelanjutan seperti air, makanan, pasokan medis, dan bahan bakar dibuka dengan aman.

"Jika gencatan senjata tidak diraih, maka kita akan mengalami kengerian yang lebih besar yang menimpa anak-anak yang tidak bersalah,” tutur Elder.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), korban anak di Gaza tidak hanya sekarat karena pengeboman Israel, tetapi juga karena fasilitas kesehatan yang tidak memadai.

"Kami memiliki 130 bayi prematur yang bergantung pada inkubator, dan 61 persen di antaranya berada di wilayah utara,” kata jurubicara WHO Christian Lindmeier.

Israel melakukan pengepungan total terhadap Gaza setelah tanggal 7 Oktober, memutus pasokan makanan, bahan bakar, air dan listrik ke wilayah tersebut.

Dari 21-30 Oktober, 143 truk yang membawa makanan, air dan obat-obatan berhasil memasuki Jalur Gaza melalui penyeberangan Rafah dengan Mesir.

Kendati demikian, pasokan tersebut dinilai PBB masih kurang, karena jumlah warga yang terdampak mencapai lebih dari 2 juta orang.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Perjalanan Karier Nanik S Deyang dari Jurnalis hingga Pimpin Dewan Pengawas BGN

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:23

Deklarasi Gus Kikin Maju Ketum PBNU Tuai Protes Sejumlah PCNU Jatim

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:13

Pesan Menag di FABC: Sinodalitas Gereja Cermin Musyawarah dan Gotong Royong

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:08

Prabowo Restui Pengunduran Diri Nanik dari BGN, Siapkan Dewan Pengawas Baru

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:06

Emas Antam Mulai Naik, Harga Buyback Tembus Rp2,38 Juta per Gram

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Prabowo Puji Keterlibatan Perwira TNI-Polri dalam Penanganan Bencana Sumatera

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Saat Jakarta jadi Jembatan Persaudaraan Asia

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:45

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.913 per Dolar AS Jelang Rilis Suku Bunga BI

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:34

KPK Bongkar Dugaan Penyamaran Aset Bupati Lombok Barat, Pasal TPPU Disiapkan

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:29

Ancaman Houthi Guncang Pasar, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:24

Selengkapnya