Berita

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri/Net

Politik

Jokowi Mendukung Prabowo di Pilpres, Karena Sikap PDIP di 2014?

SELASA, 31 OKTOBER 2023 | 11:18 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Dukungan Presiden Joko Widodo yang mengarah kepada bakal calon presiden (bacapres) Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto, mengingatkan pengkhianatan PDI Perjuangan di Pilpres 2014.

Founder Citra Institute, Yusak Farchan mengamati sejak pendaftaran putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai bakal calon wakil presiden (bacawapres) Prabowo, PDIP nampak geram kepada Presiden ketujuh RI itu.

"PDIP memang sudah mulai agresif menyerang Jokowi yang dianggap tidak loyal. Tentu ini semakin mempertegas hubungan Jokowi dengan PDIP yang semakin memburuk," ujar Yusak kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (31/10).


Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pamulang (FISIP Unpam) itu menilai keretakan hubungan Jokowi dengan PDIP seperti kejadian pada Pilpres 2014.

Dia mengurai, kala itu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berkomitmen kepada Prabowo untuk mengusungnya sebagai calon presiden (capres). Tetapi, kenyataannya bertolak belakang.

Sehingga, dia menganggap kejadian pengkhianatan Jokowi kepada PDIP karena mendukung Prabowo melalui pencalonan Gibran sebagai bacawapres, merupakan karma akibat kejadian Pilpres 2014.

"Jokowi meninggalkan PDIP, saya kira PDIP juga pernah meninggalkan Prabowo. PDIP yang harusnya mendukung Prabowo di pilpres 2014, justru mendukung Jokowi," tuturnya.

"Jadi, komitmen-komitmen dalam politik itu seringkali buyar karena ada agenda lain yang lebih besar. Saya kira tidak ada yang abadi dalam politik," demikian Yusak menambahkan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya