Berita

Peneliti senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Firman Noor/Rep

Politik

Firman Noor: Pelaku Politik Dinasti Justru Anti Demokrasi

MINGGU, 29 OKTOBER 2023 | 22:53 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Peneliti senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Firman Noor, menyayangkan partai politik di Indonesia yang saat ini menjadi rumah tinggal yang nyaman bagi politisi yang memiliki background dinasti politik.

Hal itu disampaikan Prof Firman Noor saat menjadi narasumber diskusi bertajuk "Dinasti Politik Menghambat Konsolidasi Demokrasi", yang diselenggarakan Forum Guru Besar dan Doktor Insan Cita, secara virtual, Minggu malam (29/10).

Firman menyampaikan beberapa hal yang menjadi problem bahwa dinasti politik di Indonesia cenderung negatif.


Dinasti politik di Indonesia, kata dia, biasanya adalah pemilik kekuasaan ekonomi di satu wilayah. Sehingga, sangat mudah meraih kekuasaan dan memanipulasi kekuasaan tanpa lawan tanding yang tangguh.

"Yang kedua, mereka yang dibesarkan dalam dinasti politik itu biasanya separuh hati terhadap demokrasi," katanya.

Para pelaku dinasti politik beranggapan, yang terpenting adalah menciptakan terpeliharanya dinasti politik. Mereka tidak suka kebebasan, apalagi berlelah-lelah bersaing.

"Jadi komitmen mereka lebih pada mempertahankan kekuasaan keluarga, ketimbang menjalankan demokrasi. Sebetulnya mereka adalah kumpulan antidemokrasi," tegas Firman.

Di sisi lain kata Firman, dinasti politik juga ditopang masyarakat yang masih permisif terhadap budaya feodalistik. Banyak masyarakat belum tercerahkan dan menganggap politik urusan orang-orang pintar, atau hanya untuk orang-orang yang punya trah berkuasa.

"Masyarakat pada umumnya tidak peduli pada bagaimana politik yang baik itu. Di samping karena pragmatisme, jadi sangat mudah sekali didekati dengan uang, karena kemandirian politik dan ekonomi lemah. Karena miskin, tidak paham politik ideal, sehingga mudah didekati para proksi dinasti politik," jelasnya.

Firman juga menyayangkan, karena Parpol malah happy jika ada kader bernuansa dinasti politik.

"Partai politik kita bukan lawan bagi dinasti politik, malah jadi rumah tinggal yang nyaman bagi politisi yang memiliki background dinasti politik. Mereka yang punya background dinasti politik malah disambut, karena ada kepastian kemenangan di wilayah itu, atas nama partai tertentu," katanya.

Kondisi itu terjadi, tambah dia, karena kemandirian Parpol belum maksimal, baik dari sisi finansial yang masih sangat bergantung kepada banyak sumber, termasuk dari oligarki.

"Jadi situasi itulah yang menyebabkan mengapa dinasti politik menguat dan menimbulkan problem. Plus kondisi politik yang tidak demokratis, praktik elektoral yang mahal," pungkas Firman.

Hadir juga lima narasumber lain, yakni Peneliti Ahli Utama BRIN, Profesor Siti Zuhro yang menjadi narasumber pengantar; dosen Pasca Sarjana Universitas Nasional (Unas), TB Massa Djafar; Direktur Eksekutif Lembaga Electoral Institute for Development Quality (E-Dev), Warjio; dosen Pemilu dan Kepartaian Fakultas Hukum Universitas Ekasakti, Zennis Helen; dan dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Brawijaya (UB), Muhtar Haboddin.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya