Berita

Direktur Utama BankZiska, Agus Edy Sumanto/Net

Publika

Pay Later Syariah

SABTU, 28 OKTOBER 2023 | 11:16 WIB | OLEH: JOKO INTARTO

NAMANYA "BankZiska", tapi BankZiska bukanlah bank. Setelah beroperasi tiga tahun, BankZiska berhasil menjadi model pemberdayaan pengusaha mikro dari jerat rentenir di Jawa Timur.

Flyer elektronik itu saya terima Senin lalu melalui jejaring WhatsApp. Tampak seorang pria paruh baya berdiri di samping banner berlogo ISEF, BankZiska, dan Lazismu dengan tulisan mencolok: "Bye bye pay later…"

Saya kenal pria dalam flyer itu: Ia eksekutif di sebuah perusahaan petro chemical di Gresik dan pengurus Lazismu Jawa Timur. Ia biasa dipanggil Pak Agus. Lengkapnya: Namanya Agus Edy Sumanto.


Kalau ditulis dengan galar akademiknya bisa sangat panjang. Di depan namanya ada dua gelar: Dr dan Ir. Di belakang namanya ada empat gelar: MM, MSI, ASAL, RFA.

Lima tahun terakhir, kami sama-sama aktif di Lazismu. Saya di pusat. Ia di Jawa Timur. Sekarang makin sering berkomunikasi. Kami sama-sama menjadi pengurus Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) PP Muhammadiyah. Ibarat kecap lama ganti botol, MPW merupakan nama baru menggantikan nama lamanya: Majelis Wakaf dan Kehartabendaan (MWK).

Rupanya ia Jumat malam diundang BI untuk berbagi pengalaman mengelola BankZiska membantu pengusaha mikro yang menjadi korban rentenir. Forumnya keren pula: Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF), agenda tahunan Bank Indonesia untuk mendorong pengembangan perekonomian syariah di Indonesia.

Tiga tahun lalu, BankZiska masih berstatus pilot project. Skalanya masih kecil. Areanya pun masih terbatas di Kabupaten Ponorogo saja. Tidak disangka-sangka, Bank Indonesia memotretnya sebagai model pemberdayaan ekonomi yang layak diangkat ke pentas nasional. Setelah ribuan orang merasakan manfaatnya.

BankZiska bukanlah bank sebagaimana yang dimaksud dalam Undang-undang 10/1998 tentang Perbankan maupun Undang-undang 21/2008 tentang Perbankan Syariah. Dulu, penulisan namanya dipisah: Bank Ziska. Belakangan penulisannya digandeng menjadi BankZiska supaya tidak menimbulkan salah persepsi: Dikira lembaga perbankan.
 
Kata "Ziska" sendiri merupakan akronim: Zakat, infak, sedekah dan dana keagamaan lainnya. Singkatan itu sangat popular di lingkungan warga Muhammadiyah. Di Masyarakat umum, singkatan Ziswak lebih lazim. "Wak" dalam akronim itu kependekan dari "wakaf".

Dalam praktiknya, BankZiska memberi pinjaman (modal) tanpa bunga, tanpa biaya administrasi, tanpa biaya denda, tanpa biaya pinalti dan tanpa jaminan kepada pengusaha mikro yang terlilit utang pada rentenir. Kaidah yang digunakan mengacu pada kaidah perbankan syariah pada umumnya, dengan beberapa penyesuaian.

Salah satunya: Soal akad. BankZiska menerapkan akad peminjaman modal sebagai janji dari si peminjam kepada Allah SWT. Pengurus BankZiska hanya bertindak sebagai saksi dalam akad tersebut.

Karena akadnya meminjam modal kepada Allah, BankZiska tidak memosisikan si peminjam sebagai nasabah, melainkan mitra. Dengan status sebagai mitra, peminjam dan BankZiska seperti sahabat yang saling tolong-menolong dalam kesulitan. BankZiska membantu pengelolaan keuangan usaha mitra sampai utang dan pinjamannya lunas.

Sekarang ada skema pembiayaan yang dikenal dengan istilah pay later. Kalau mau beli sesuatu tapi tidak cukup dana, orang bisa pakai pay later. Belinya sekarang, bayarnya belakangan. Pengajuan kredit dibuat begitu mudahnya, menggunakan aplikasi online. Sampai banyak orang yang tidak menyadari betapa besarnya risiko ketika gagal bayar.

Salah satu kantor pelayanan BankZiska.

‘’Kalau diibaratkan pay letter, BankZiska ini pay later yang tanpa biaya bunga, tanpa biaya denda, tanpa biaya penalty keterlambatan dan tanpa agunan. Maka sejak adanya BankZiska, sejak itulah ada istilah bye bye pay later…’’ kata Agus Edy Sumanto, penggagas BankZiska, dalam forum diskusi yang dihadiri lebih dari 100 orang itu.

BankZiska memang tidak hidup dari hasil "pemutaran modal" berupa bunga seperti model bisnis lembaga keuangan konvensional pada umumnya. Sebagai penyalur dana zakat, infak, sedekah dan dana keagamaan lainnya, operasional Bank Ziska berasal dari dana amil Lazismu Jawa Timur.

Pada 20 September 2023, BankZiska yang digagas Agus Edy Sumanto, M Ali Sadidu dan Fariq Ahmad Futakhi itu tepat berusia 3 tahun. Berawal satu kantor pelayanan di Kabupaten Ponorogo, BankZiska kini telah hadir di Kabupaten Magetan, Mojokerto dan Pasuruan.

Penulis adalah pengurus Wakafmu PP Muhammadiyah

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya