Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Terendah dalam Tiga Bulan, Harga Batu Bara Anjlok Hampir 4 Persen

RABU, 25 OKTOBER 2023 | 12:50 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Harga batu bara anjlok hingga menyentuh angka hampir 4 persen pada perdagangan Selasa (24/10), terendah dalam tiga bulan terakhir.

Mengutip data Refinitiv, harga batu bara ICE Newcastle kontrak pengiriman November ditutup di posisi 134,65 dolar (Rp 2,1 juta) per ton atau turun sekitar 3,72 persen.

Harga tersebut merupakan yang terendah sejak Juli 2023 atau sekitar tiga bulan lalu, yang terjadi akibat penurunan konsumsi energi dan perkiraan adanya kenaikan produksi tenaga angin di Eropa.


Sejauh ini harga batu bara dikabarkan terus terkoreksi selama dua perdagangan beruntun dengan turun di atas 2 persen, sehingga membuat harga batu bara berada di bawah angka 135 dolar per ton.

Adapun pelemahan harga batu bara ini diduga terjadi lantaran China dan India, sebagai salah satu pembeli besar telah memasok persediaannya, yang menyebabkan lesunya permintaan batu bara secara global.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Batu Bara India mengatakan pasokan harian batu bara ke pembangkit listrik kini lebih tinggi daripada permintaan.

“Pada paruh kedua tahun ini, pasokan batubara lebih tinggi dibandingkan konsumsi, oleh karena itu, pada paruh kedua tahun ini, terjadi penumpukan stok batubara di pembangkit listrik dan pithead tambang. Meskipun permintaan listrik sangat tinggi, Kementerian Batubara telah menjaga ketersediaan batu bara yang memadai di seluruh pembangkit listrik tenaga panas di negara ini,” kata Kementerian Batu Bara India, seperti dikutip dari Economic Times,  Rabu (25/10).

Menurut data yang dipaparkan stok batu bara India saat ini berjumlah sekitar 71,35 juta ton, naik 18,05 persen dibandingkan tahun lalu.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya