Berita

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam acara 11th US-Indonesia Investment Summit yang digelar di Jakarta/Ist

Bisnis

Di US-Indonesia Investment Summit, Airlangga Sebut Investasi Indonesia Paling Menjanjikan

SELASA, 24 OKTOBER 2023 | 18:47 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Fundamental perekonomian yang baik membuat Indonesia menjadi negara menjanjikan untuk berinvestasi. Pertumbuhan ekonomi dalam negeri tercatat berjalan positif hingga terkendalinya inflasi.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto saat mewakili Presiden Joko Widodo dalam 11th US-Indonesia Investment Summit yang digelar di Jakarta, Selasa (24/10).

“Inilah salah satu alasan mengapa investasi di Indonesia menjanjikan dan potensial jika dibandingkan dengan negara lain,” tegas Menko Airlangga dalam acara yang digelar oleh American Chamber of Commerce in Indonesia (AmCham).


Dengan kemampuan mempertahankan laju pertumbuhan di atas 5 persen selama tujuh kuartal berturut-turut, tingkat inflasi Indonesia juga terkendali di angka 2,28 persen pada September 2023, atau terendah sejak Februari 2022.

Indikator-indikator sosial juga cenderung mengalami perbaikan, di antaranya yakni kemiskinan 9,36 persen, pengangguran 5,45 persen, dan Gini 0,388. Sementara itu PMI Manufaktur telah berada pada zona ekspansif selama 25 bulan berturut-turut dan bertengger pada angka 52,3 pada bulan september 2023.

Neraca perdagangan Indonesia pada September 2023 juga mengalami surplus sebesar 3,42 miliar dolar AS dan melanjutkan tren surplus selama 41 bulan berturut-turut. Sepanjang Januari hingga September 2023, surplus perdagangan Indonesia mampu mencapai 27,75 miliar dolar AS.

Ditambah dengan pemberlakuan UU Cipta Kerja 6/2023 dan penyempurnaan sistem Online Single Submission (OSS) untuk memberikan kepastian hukum dan iklim investasi di Indonesia, capaian tersebut menjadi landasan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Oleh karena itu, kita perlu melakukan transformasi perekonomian kita, dari produktivitas rendah ke produktivitas lebih tinggi. Salah satu langkah kuncinya adalah industrialisasi, dimulai dengan industri hilirisasi mineral yang akan meningkatkan nilai tambah,” kata Menko Airlangga. 

Terkait kepemimpinan Indonesia di ASEAN tahun 2023, Menko Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia menegaskan komitmen menjadikan Asia Tenggara sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi global di masa depan yang berpotensi mencapai PDB gabungan sekitar 20 triliun dolar AS.

Menko Airlangga juga mengharapkan dukungan Amerika Serikat agar Indonesia dapat bergabung dalam Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk memperkuat standar dan praktik terbaik OECD serta mendukung transformasi ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.

Menanggapi apresiasi peran Indonesia dalam 4 pilar IPEF dari Duta Besar Amerika Serikat Sung Y. Kim, Menko Airlangga menjelaskan bahwa IPEF merupakan platform yang penting, dan diharapkan juga dapat mendiskusikan critical minerals yang pemanfaatannya sangat penting untuk kebutuhan industri.

“IPEF sangat penting untuk menjadi bagian dari platform internasional dan global Indonesia. Rantai pasoknya sudah kita sepakati, semoga di bulan November kita bisa membereskan persoalan perdagangan serta ekonomi yang bersih dan adil,” tegas Airlangga.

Dalam kesempatan tersebut, selain mengapresiasi iklim investasi Indonesia yang baik serta capaian perekonomian Indonesia dalam 10 tahun terakhir, AmCham juga menyampaikan sejumlah rekomendasi perbaikan dalam laporan Progress and Greater Promise Ahead.

“Saya berharap summit ini bisa menjadi pondasi yang solid yang dapat menguatkan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat,” pungkas Menko Airlangga.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya