Berita

Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najmuddin/Net

Politik

DPD RI Kritik Komposisi Capres-Cawapres 2024: Sangat Jawasentris!

SELASA, 24 OKTOBER 2023 | 16:59 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI memberikan catatan khusus sekaligus mengungkap keprihatinannya terkait komposisi calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2024.

Menurut Wakil Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin, bakal capres-cawapres yang diusung oleh para elite politik saat ini tidak mencerminkan keindonesiaan yang plural. Artinya hal ini dapat dikatakan sangat Jawasentris.

"Kami menghormati hasil nominasi para capres dan cawapres oleh partai politik yang penuh dengan dinamika. Namun, pertimbangan pada peta elektoral yang cenderung kuantitatif ini, tidak sepenuhnya berdampak pada kualitas dan masa depan demokrasi Indonesia,” kata Sultan dalam keterangan resminya pada Selasa (24/10).


Sultan menyampaikan bahwa keadaan ini berdampak pada kecurigaan dan sikap saling tuduh di antara elite. Dia mengajak untuk mengubah pola nominasi capres dan cawapres ke arah yang lebih inklusif dan berfokus pada Indonesia, tanpa mensyaratkan ambang batas presidensial.

"Dari sisi komposisi capres dan cawapres, Pilpres 2024 tidak banyak menyatukan dan mengkonsolidasikan gagasan dan potensi anak bangsa dari semua kalangan di Daerah. Sangat wajar jika koalisi yang dibangun parpol cenderung melihat sisi untung rugi politik dan dampaknya pada hasil pemilihan anggota legislatif,” tegas Sultan.
Mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu mengkritisi pendekatan politik elite yang hanya memperhatikan jumlah suara di beberapa provinsi di Pulau Jawa. Hal ini mengakibatkan munculnya istilah "bettle ground" sebagai fokus pertempuran politik elektoral.

"Menciptakan bettle ground hanya akan menyebabkan meningkatnya polarisasi dan pergeseran sosial oleh banyak fraksi politik. Jawasentrisme politik dalam pilpres sangat mempengaruhi cara berpikir dan tradisi politik bangsa Indonesia yang cenderung feodal hari-hari ini,” kata Sultan.

Lebih jauh, mantan aktivis KNPI itu menjelaskan bahwa Pemilu 2024 akan memberikan banyak pengalaman berharga bagi perjalanan demokrasi Indonesia. Oleh karena itu, sebagai bangsa, kita perlu mengevaluasi sistem demokrasi yang cenderung semakin mengarah ke arah liberal saat ini.

"Selain menghilangkan syarat pencalonan atau presidential treshold (PT 20 persen), kami mengusulkan agar diterapkan sistem electoral college oleh anggota Parlemen baik anggota DPR dan DPD RI pada pemilihan presiden,” tuturnya.

Secara pribadi, Sultan juga pernah mengusulkan jika perlu wapres itu lebih dari satu untuk memperhatikan keragaman wilayah Indonesia yang sangat luas. Banyak sekali ide, gagasan, dan opsi ke depan untuk memperbaiki sistem demokrasi agar semakin hari semakin ideal, inklusif, dan menghindari polarisasi.

Bahkan lebih dari ini, kata Sultan, patut menjadi bahan pertimbangan dan renungan semua pihak agar mengembalikan sistem pemilihan presiden ke MPR adalah salah satu opsi yang lebih ideal dan inklusif agar tidak diserahkan ke mekanisme pasar seperti sekarang ini.

“Karena biaya politik akhirnya semakin lama semakin mahal sekali. Sistem ini juga lebih efektif untuk mengelolah bangsa sebesar ini  sesuai dgn konsep bernegara Pancasila,” tutup Sultan.



Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya